Muncul Varian Covid-19 Baru, Singapura Larang Masuk Warga dari 7 Negara Afrika

    Marcheilla Ariesta - 26 November 2021 13:44 WIB
    Muncul Varian Covid-19 Baru, Singapura Larang Masuk Warga dari 7 Negara Afrika
    SIngapura larang warga dari tujuh negara Afrika masuk ke wilayahnya. Foto: AFP



    Singapura: Singapura akan membatasi masuknya pelancong dengan riwayat perjalanan baru-baru ini dari tujuh negara Afrika. Langkah ini diambil untuk mencegah masuknya varian covid-19 baru yang berpotensi lebih menular.

    "Mulai Sabtu, 27 November pukul 23.59 (waktu setempat), semua pemegang pass jangka panjang dan pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe tidak akan diizinkan memasuki Singapura atau transit di sini," kata Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), Jumat, 26 November 2021.

     



    Baca: Afrika Selatan Temukan Varian Baru Covid-19 B.1.1.529.

    Pembatasan juga berlaku bagi mereka yang telah memperoleh persetujuan sebelumnya untuk masuk ke Singapura.

    Sementara itu, warga negara Singapura dan penduduk tetap yang kembali dari negara-negara ini harus menjalani pemberitahuan tinggal di rumah selama 10 hari di fasilitas khusus.

    "Ada laporan baru-baru ini tentang varian virus covid-19 yang berpotensi lebih menular, B.1.1.529, yang mungkin beredar di Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe," ujar MOH.

    "Para ilmuwan di seluruh dunia masih mencari tahu lebih banyak tentang varian baru virus, seperti apakah lebih menular daripada varian Delta, apakah lebih cenderung menyebabkan penyakit parah, dan kemanjuran vaksin yang ada terhadap varian baru ini," lanjut mereka.

    Mereka menambahkan, Singapura saat ini tidak memiliki kasus varian baru tersebut.

    Sebelumnya pada Kamis, para ilmuwan Afrika Selatan mengatakan mereka telah mendeteksi varian covid-19 baru dalam jumlah kecil dan sedang bekerja untuk memahami implikasi potensialnya.
     
    Varian ini juga telah ditemukan di Botswana dan Hong Kong, tetapi Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa tidak ada kasus varian yang terdeteksi di Inggris.
     
    “Bukti awal dari pengawasan genomik di Afrika Selatan menunjukkan bahwa B.1.1.529 adalah penyebab serius yang perlu dikhawatirkan,” kata Ewan Birney, Wakil Direktur Jenderal Laboratorium Biologi Molekuler Eropa.
     
    "Kita tahu bahwa tindakan awal jauh lebih baik daripada tindakan terlambat. Mungkin ancaman varian ini tidak sebesar Alpha dan Delta, tetapi konsekuensi potensial dari tidak bertindak atas kemungkinan itu bisa serius,” pungkas Birney.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id