comscore

PM Kamboja Desak Myanmar Izinkan Kunjungan Utusan Khusus ASEAN

Marcheilla Ariesta - 26 Januari 2022 21:37 WIB
PM Kamboja Desak Myanmar Izinkan Kunjungan Utusan Khusus ASEAN
PM Kamboja Hun Sen desak pemimpin Myanmar untuk terima kunjungan utusan khusus ASEAN./AFP
Phnom Penh: Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen mendesak penguasa militer Myanmar untuk mengizinkan kunjungan utusan khusus ASEAN. Ia juga meminta agar militer Myanmar mendukung akses bantuan kemanusiaan.

Hun Sen sebagai ketua ASEAN mengadakan panggilan video dengan pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing.
"Ia memintanya untuk mengikuti lima poin konsensus ASEAN demi mengatasi konflik," kata Sekretaris Negara Kamboja, Kao Kim Hourn, dilansir dari Malay Mail, Rabu, 26 Januari 2022.

Konsensus, yang disetujui Min Aung Hlaing dalam pertemuan tatap muka dengan para pemimpin ASEAN pada April tahun lalu, berkomitmen untuk menghentikan permusuhan, memberikan akses kemanusiaan dan mendukung dialog inklusif.

"Dia meminta Min Aung Hlaing untuk memfasilitasi agar seorang utusan khusus ASEAN dapat mengunjungi Myanmar untuk pertama kalinya di masa depan," tutur Kao.

"Dia mengimbau semua pihak termasuk pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan mencapai gencatan senjata," lanjutnya.

Baca juga: PM Kamboja Akui Undang Pemimpin Junta ke Pertemuan ASEAN

Hun Sen juga disebutkan mengajak negara ASEAN lainnya memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Myanmar yang paling membutuhkan.

Myanmar telah berada dalam krisis sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih hampir setahun yang lalu, dengan hampir 1.500 warga sipil tewas dalam tindakan keras junta terhadap lawan-lawannya dan pasukannya di pedesaan yang bertempur di berbagai front dengan milisi pro-demokrasi dan tentara etnis minoritas.

Junta Myanmar mengatakan mereka memerangi "teroris."

Kao Kim Hourn tidak mengatakan bagaimana Min Aung Hlaing menanggapi proposal tersebut.

Pemimpin Kamboja itu bertemu Min Aung Hlaing di Myanmar pada awal bulan ini. Kunjungan Hun Sen membuat negara anggota ASEAN khawatir hal itu ditafsirkan sebagai dukungan junta.

ASEAN tahun lalu membuat kejutan dengan melarang junta menghadiri pertemuan-pertemuan penting karena kegagalannya menghormati konsensus ASEAN.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id