Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, PM Muhyiddin di Ujung Tanduk

    M Sholahadhin Azhar - 25 Februari 2021 05:39 WIB
    Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, PM Muhyiddin di Ujung Tanduk
    Raja Malaysia Sultan Abdullah Shah beri izin parlemen lakukan sidang. Foto: AFP



    Kuala Lumpur: Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah mengatakan pada Rabu 24 Februari 2021 bahwa parlemen dapat bersidang selama keadaan darurat. Ini sebuah langkah yang dapat membuka pintu bagi oposisi untuk meluncurkan mosi baru untuk menantang Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

    Sulltan Abdullah pada Januari lalu mengumumkan keadaan darurat nasional yang dapat berlangsung hingga 1 Agustus. Status darurat diterapkan ketika Malaysia berjuang untuk mengendalikan lonjakan kasus virus korona setelah berhasil menahan infeksi hampir sepanjang tahun lalu.






    Tetapi oposisi menuduh PM Muhyiddin menggunakan keadaan darurat untuk mempertahankan kendali selama perebutan kekuasaan. Terutama setelah tampaknya dia kehilangan mayoritasnya ketika dua anggota parlemen pemerintah mengatakan mereka tidak lagi mendukungnya.

    Dalam sebuah pernyataan, Istana Negara mengatakan bahwa raja berpandangan bahwa parlemen dapat bersidang pada tanggal yang dia anggap cocok dan dengan mempertimbangkan nasihat perdana menteri.

    “Status darurat, yang menggantikan hukum reguler ketika berlaku, mengharuskan parlemen untuk bersidang, diprakarsai atau dibubarkan pada tanggal yang diputuskan oleh raja dan atas saran perdana menteri,” kata Istana Negara, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis 25 Februari 2021.

    "Oleh karena itu, pandangan pihak-pihak tertentu bahwa proklamasi darurat menghentikan pertemuan parlemen tidak akurat," bunyi pernyataan itu.

    Kantor perdana menteri tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Selama 11 bulan masa jabatan Muhyiddin telah dilanda oleh pertikaian dalam koalisinya yang berkuasa dan tantangan kepemimpinan dari pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Pertikaian politik terjadi tepat ketika negara itu bergulat dengan krisis ekonomi dan kesehatan yang disebabkan oleh pandemi.

    Jika parlemen diizinkan untuk bersidang, oposisi dapat upaya sidang mosi lain dan jika Muhyiddin kalah, dia harus mengundurkan diri atau meminta persetujuan raja untuk membubarkan parlemen. Tentunya hal tersebut membuka jalan bagi pemilihan.

    Istana mengatakan raja menyetujui permintaan Muhyiddin untuk deklarasi darurat bulan lalu hanya sebagai 'tindakan proaktif' untuk menahan penyebaran covid-19.

    Malaysia telah melaporkan hampir 290.000 infeksi virus korona dan 1.076 kematian pada Selasa. Ini adalah jumlah kasus tertinggi ketiga di wilayah tersebut di belakang Indonesia dan Filipina.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id