Populer Internasional: Pemerintah Bayangan Myanmar hingga Mundurnya Raul Castro

    Willy Haryono - 17 April 2021 12:18 WIB
    Populer Internasional: Pemerintah Bayangan Myanmar hingga Mundurnya Raul Castro
    Demonstran mengacungkan gestur tiga jari dalam unjuk rasa di kota Yangon, Myanmar pada 13 April 2021. (STR / AFP)



    Yangon: Aksi menentang kudeta di Myanmar memasuki babak baru. Para penentang kudeta kini mendeklarasikan pemerintahan baru sebagai bentuk penentangan terhadap junta militer.

    Kabar dibentuknya pemerintahan bayangan tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Sabtu, 17 April 2021. Dua berita terpopuler lainnya adalah tekad Korea Selatan memperkuat hubungan dengan ASEAN dan Raul Castro yang mundur dari kepemimpinan Partai Komunis Kuba.






    Berikut selengkapnya:

    1. Pemimpin Protes Anti-Kudeta Myanmar Umumkan Pemerintahan Baru

    Pemerintahan bayangan di Myanmar digagas anggota parlemen yang digulingkan pada kudeta 1 Februari 2021. Para pemimpin protes anti-kudeta dan etnis minoritas turut serta dalam gerakan tersebut. Pemerintah baru itu dibentuk untuk mengakhiri pemerintahan militer dan memulihkan demokrasi.

    Prioritas utama dari pemerintahan bayangan ini adalah mewujudkan cita-cita masyarakat, salah satunya adalah kehidupan berdemokrasi di Myanmar.

    Apa nama dari pemerintahan bayangan di Myanmar? Cek selengkapnya di sini.

    2. Korea Selatan Perkuat Hubungan Diplomatik dengan Negara-Negara ASEAN

    Korea Selatan memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara ASEAN melalui Kebijakan Selatan Baru (The New Southern Policy) yang dirancangnya. Sebagai sesama negara kekuatan menengah dan terletak di benua Asia, Korsel menganggap hubungan baik dengan negara-negara ASEAN perlu diperkuat dalam menjaga perdamaian antarnegara dan juga berbagai sektor penting lainnya.

    "Korsel sebagai 10 negara ekonomi terbesar di dunia telah menjalin hubungan dengan ASEAN. Jadi dengan pengenalan NSP (New Southern Policy), kami ingin mengubah bias ini (hubungan Korea dengan negara-negara ASEAN), kami ingin mengubah kebijakan diplomatik Korea yang tidak seimbang," ujar Kepala ASEAN-India Studi Center di Akademi Diplomatik Nasional Korea Choe Wongi.

    Apa saja yang ingin dikembangkan Korsel dari kerja samanya dengan negara-negara ASEAN? Cek selengkapnya di sini.

    3. Raul Castro Mundur dari Kepemimpinan Partai Komunis Kuba

    Raul Castro mengaku mengundurkan diri dari jabatan pemimpin Partai Komunis Kuba, mengakhiri kepemimpinan keluarganya selama lebih dari enam dekade. Castro, 89, mengatakan kepada kongres partai bahwa ia menyerahkan kepemimpinan ke generasi muda yang "penuh dengan hasrat dan semangat anti-imperialis."

    Penerus Castro akan ditentukan lewat pemungutan suara di hari terakhir kongres Partai Komunis Kuba.

    Siapa tokoh yang diyakini akan menjadi penerus Raul Castro? Cek selengkapnya di sini.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id