Kronologi Pembunuhan Majikan di Singapura oleh WNI Daryati

    Fajar Nugraha - 08 Oktober 2020 16:49 WIB
    Kronologi Pembunuhan Majikan di Singapura oleh WNI Daryati
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Singapura: Daryati, asisten rumah tangga asal Indonesia yang diadili membunuh majikannya mengajukan pembelaan atas kasusnya. Daryati membunuh majikannya karena menginginkan paspornya yang disimpan di brankas.

    Baca: Tikam Majikan 100 Kali, WNI Diadili di Singapura.

    Bagaimana Daryati melakukan kejahatan di rumah majikan. Kronologis dari pembunuhan itu yang dirangkum oleh Channel News Asia, Kamis 8 Oktober 2020

    Sekitar pukul 8.30 malam pada 7 Juni 2016, pelaku mengalihkan perhatian majikan pria, Ong Thiam Soon agar menuju ke bawah. Kemudian Daryati mendekati Seow Kim Choo di kamar tidur utama dengan pisau panjang tersembunyi di celananya.

    Dia mengarahkan pisau ke leher Seow dan berkata dia ingin paspornya pulang ke Indonesia.

    Dalam pernyataannya kepada polisi, Daryati mengatakan Seow berteriak keras dalam bahasa Mandarin. Seow memberontak ketika Daryati mencoba menariknya ke brankas tempat penyimpanan paspor.

    Khawatir Ong akan mendengar teriakan Seow, Daryati menyeret wanita yang lebih tua itu ke toilet.

    Saat berada di toilet, Daryati mengaku digorok lehernya, lantainya licin karena darah, lalu ditusuk dan disayat lagi. Seow pingsan dan Daryati mengatakan dia mendorong wanita yang lebih tua itu ke bawah, dengan kepalanya membentur lantai, dan menaiki dia sebelum menusuknya beberapa kali di wajahnya.

    Daryati saat itu mengaku tidak ingat sudah berapa kali ia menikam Seow. Di persidangan, Daryati mengaku sebagai "orang yang menyakiti Nyonya saat itu".

    Jaksa Wong Kok Weng bertanya mengapa dia tidak segera melarikan diri, dan malah mengambil pisau pendek dari bawah wastafel dan terus menusuk Seow. Luka yang ditimbulkan sangat kuat sehingga tiga dari tusukan tersebut menyebabkan patah tulang wajah.

    “Saat itu saya dalam keadaan sangat marah dan tidak bisa mengontrol tangan saya,” jawab Daryati seraya menambahkan bahwa dia “merasa hampa” karena tidak bisa kembali ke Indonesia.

    "Saya memang (berkali-kali) menikam Seow karena saya tidak bisa mengontrol tangan saya," katanya.

    Tindak kejam dan egois

    Jaksa Wong mengatakan tindakan Daryati dapat diringkas dengan satu kata: Kejam.

    "Karena niat egois Anda untuk mengambil paspor dan mengambil uang dari Nyonya Seow, Anda menikamnya dengan sangat kejam di wajah, lehernya, hingga dia mati kehabisan darah," ujar Jaksa Wong.

    Daryati mengulangi bahwa awalnya dia hanya ingin mendapatkan paspornya tetapi tidak bisa menahan amarahnya atau "mengontrol tangan saya untuk menusuk Nyonya Seow”.

    Pada saat itu, Ong menyadari adanya keributan dan membuka kunci pintu toilet dengan obeng. Ketika masuk, Daryati mengambil kedua pisau di tangannya dan menyerangnya, menusuknya tepat di bawah lehernya.

    Ong mengalahkannya setelah melakukan perlawanan dan dia kemudian diserahkan ke polisi.

    Sidang terhadap Daryati saat ini terus berlanjut. Jika terbukti melakukan pembunuhan, dia bisa dihukum mati atau penjara seumur hidup. Jaksa sebelumnya menegaskan bahwa mereka tidak akan meminta hukuman mati jika Daryati mendukung pernyataan fakta yang disepakati.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id