Menlu Retno: Perempuan Merupakan Bagian Erat Diplomasi Indonesia

    Marcheilla Ariesta - 21 April 2021 21:20 WIB
    Menlu Retno: Perempuan Merupakan Bagian Erat Diplomasi Indonesia
    Menlu Retno Marsudi sebut perempuan bagian dari diplomasi. Foto: Dok. Kemenlu RI.



    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa perempuan merupakan bagian dari diplomasi. Karenanya ia secara sengaja menempatkan perempuan sebagai salah satu isu utama dalam politik luar negeri.

    "Selama enam tahun terakhir, perempuan telah menjadi bagian penting dalam politik luar negeri. Isu perempuan dengan sengaja saya angkat dalam berbagai kegiatan politik luar negeri," kata Retno dalam diskusi 'Kartini dan Kesetaraan Gender: Perspektif Diplomat Pria' yang dilakukan secara daring, Rabu, 21 April 2021.






    Retno menuturkan bahwa ia dengan sengaja memberikan perhatian lebih kepada perempuan Indonesia, khususnya para pekerja migran yang berada di Timur Tengah dan Malaysia. Retno juga dengan sengaja mengunjungi pengungsi perempuan Palestina di Yordania, dan Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh.

    Menlu perempuan pertama Indonesia itu juga mengatakan secara sengaja meresmikan pembentukan Afghanistan-Indonesia Woman Solidarity Network di Kabul, Afghanistan. Ia juga mendorong pembentukan South East Asia Network of Woman Negotiator and Mediator. 

    "Semua ini kita lakukan untuk membawa kesejahteraan kepada perempuan yang justru menjadi tumpuan dalam memperkuat ketahanan masyarakat kita," serunya.

    Baca juga: Melawan Paradigma Lama Mengenai Perempuan Penting untuk Kemajuan Bangsa

    Ia menuturkan 71 persen tenaga kesehatan dunia di garis depan adalah perempuan. Sebanyak 60 persen UMKM yang memproduksi alat-alat kesehatan atau barang yang diperlukan saat pandemi juga adalah perempuan.

    "Ini adalah mengenai mempromosikan kesetaraan, sehingga Insya Allah kaum perempuan dapat berperan, bermitra baik dengan kaum laki-laki," terangnya.

    Retno juga mengajak perempuan untuk melawan paradigma lama. Perempuan modern saat ini harus maju dan wajib hukumnya mendapatkan kesetaraan hak serta ruang yang sama dengan kaum laki-laki.

    "Mengubah paradigma penting karena perempuan bukan hanya punya hak yang sama, tapi juga peluang yang sama," tutur Retno.

    Retno mengatakan kesetaraan gender bukan hanya soal keadilan, namun harus dipastikan hak dan kewajibannya sama.

    "Perubahan paradigma ini diyakini berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa," ucapnya.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id