comscore

Perdagangan Indonesia-Uni Emirat Arab Meningkat 37 Persen di Tengah Pandemi

Marcheilla Ariesta - 09 Februari 2022 15:44 WIB
Perdagangan Indonesia-Uni Emirat Arab Meningkat 37 Persen di Tengah Pandemi
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Abdul Kadir Jailani. (Kemenlu RI)
Jakarta: Hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab semakin erat di tengah pandemi Covid-19. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Abdul Kadir Jailani mengatakan, ada peningkatan positif di bidang perdagangan selama pandemi Covid-19.

"Kerja sama strategis antara Uni Emirat Arab dan Indonesia menjadi komitmen kami untuk lebih memperkuat kerja sama dengan Anda, terutama di bidang kesehatan dan ekonomi," kata Kadir, dalam webinar 'The United Arab Emirates Investment in Indonesia: Accelerating Investment from Middle East Region', Rabu, 9 Februari 2022.
Ia mengatakan, kerja sama perdagangan meningkat 37 persen pada 2021 sebanyak USD2,9 miliar. Tahun lalu, ekspor Indonesia ke Uni Emirat Arab juga meningkat sebesar 50 persen.

Menurutnya, kerja sama perdagangan akan mengalami pertumbuhan signifikan setelah pembentukan perjanjian kemitraan ekonomi yang komprehensif.

"Peluang untuk memperluas kerja sama investasi dengan Uni Emirat Arab juga sangat besar," sambung dia.

Meski demikian, kata Kadir, dibutuhkan kerja dari semua pemangku kepentingan pemerintah dan bisnis untuk memanfaatkan potensi yang belum dikelola dengan baik. Terlebih, sambungnya, kedua negara telah meluncurkan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA) yang diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja sama kedua negara.

"Perjanjian tersebut akan memberikan perlindungan hukum bagi investor Indonesia dan Uni Emurat Arab di kedua negara dengan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban investor," ungkap Kadir.

"Kami berharap komitmen dapat segera direalisasikan di seluruh sektor utama dari infrastruktur digital dan kesehatan, hingga energi terbarukan," imbuh dia.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Strategi Politik Luar Negeri Kemenlu, Teuku Faizasyah menuturkan, kegiatan webinar ini memiliki tujuan memanfaatkan pembelajaran dan praktik terbaik serta memberikan saran mengenai cara meningkatkan iklim investasi berkelanjutan di Indonesia.

"Kami perlu memastikan bahwa Indonesia dapat melanjutkan penawaran Anda dengan lingkungan yang menarik bagi bisnis asing di Indonesia," seru Faizasyah.

Ia menambahkan, webinar ini menjadi implementasi salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia, yakni penguatan diplomasi ekonomi.

"Kami berharap hasil diskusi dari kegiatan ini dapat mempercepat pembangunan bangsa, program-program pembangunan kita dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat kita," pungkasnya.

Baca:  Pembangunan Ibu Kota Baru Jadi Prioritas Kerja Sama Indonesia-UEA


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id