comscore

Filipina Akan Beli 2 Kapal Perang Baru Korsel Seharga Rp7,9 Triliun

Medcom - 29 Desember 2021 19:00 WIB
Filipina Akan Beli 2 Kapal Perang Baru Korsel Seharga Rp7,9 Triliun
Angkatan Laut Filipina berlatih di Subic Bay, 21 September 2019. (TED ALJIBE / AFP)
Manila: Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan pada Selasa kemarin bahwa pihaknya telah memesan dua kapal perang baru dari Hyundai Heavy Industries (HHI) asal Korea Selatan (Korsel). Pemesanan kapal ini bertujuan untuk memodernisasi Angkatan Laut Filipina, negara yang saat ini tengah menghadapi perselisihan dengan Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 29 Desember 2021, kualitas Angkatan Laut Filipina terus menurun dalam beberapa dekade terakhir. Angkatan Laut Filipina bahkan masih mengoperasikan kapal era Perang Dunia II. Program modernisasi militer sederhana Filipina baru dimulai pada 2010.
Kesepakatan dengan Korsel senilai Rp7,9 triliun pada Selasa kemarin terjadi lima tahun setelah HHI memenangkan kontrak pembangunan dua fregat baru untuk Angkatan Laut Filipina. Korvet dan fregat kecil adalah kapal perang cepat yang digunakan guna melindungi kapal lain dari serangan.

"Proyek ini akan memberi Angkatan Laut Filipina dua korvet modern yang mampu melakukan misi anti-kapal, anti-kapal selam dan anti-perang udara," kata Lorenzana dalam pidato pada upacara penandatanganan di Manila.

Pejabat berusia 73 tahun itu menambahkan, kesepakatan tersebut "akan memastikan kesamaan dan interoperabilitas dengan aset-aset kami yang ada saat ini" serta menjamin "kemudahan perawatan dan perbaikan."

Filipina telah mengakuisisi dua kapal bekas penjaga Pantai AS, tiga kapal dari Australia, dan kapal patroli penjaga pantai asal Jepang. Hal itu dilakukan demi meningkatkan kehadirannya di Laut Tiongkok Selatan, di mana Filipina menghadapi perselisihan dengan Tiongkok.

Tiongkok mengklaim hampir keseluruhan Laut China Selatan, perairan yang dilalui perdagangan internasional bernilai triliunan dolar pada setiap tahunnya. Klaim sepihak itu ditentang beberapa negara yang juga mengklaim sebagian LCS, yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Tiongkok telah mengabaikan putusan Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) di Den Haag, Belanda pada 2018, yang menyatakan bahwa klaim historis Beijing atau Laut China Selatan "tidak berdasar." (Nadia Ayu Soraya)

Baca:  Filipina Tuding Tiongkok Mengintimidasi di Laut China Selatan

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id