Pekerja Migran di Malaysia Alami Diskriminasi Selama Pandemi Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 24 Juli 2021 20:06 WIB
    Pekerja Migran di Malaysia Alami Diskriminasi Selama Pandemi Covid-19
    Komisioner SUHAKAM, Jerald Joseph. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.



    Jakarta: Pekerja migran di Malaysia mendapat diskriminasi di tengah pandemi Covid-19. Mereka dianggap sebagai pembawa Covid-19 dan 'pencuri' pekerjaan di tengah krisis ekonomi yang juga melanda Negeri Jiran.

    "Mereka (pekerja migran) bukan pembawa covid, dan bukan pencuri pekerjaan di Malaysia. Tapi kebencian ini semakin meluas dan beredar di media sosial di Malaysia," ucap Komisioner Suruhanjaya Hak Asasi Manusia (SUHAKAM) Malaysia, Jerald Joseph dalam webinar Civil Society Melawan Covid-19: Pengalaman Berbagai Negara, Sabtu, 24 Juli 2021.

     



    Sayangnya, pemerintah Malaysia tidak membantu masalah ini yang berakibat semakin meluasnya kebencian. Malahan, saat ini sedang ada penangkapan terhadap pekerja migran tanpa dokumen lengkap.

    "Ditambah juga ada operasi untuk menangkap migran tanpa dokumen lengkap. Ini adalah masalah serius yang sudah lama terjadi, bahkan terhadap warga Indonesia juga. Tapi persoalannya ini terjadi waktu lockdown," kata seru Jerald.

    Baca juga: Gara-Gara Olimpiade, Kepercayaan Warga Jepang ke PM Suga Menurun

    Menurut dia, masalah penangkapan imigran tanpa dokumen tersebut tidak darurat. Hal darurat sebenarnya, menurut Jerald, adalah bagaimana merespons pandemi.

    "Waktu pandemi ini, banyak pekerja migran yang tidak bekerja, atau tidak mendapatkan gaji dari majikannya. Tidak ada bantuan, hanya NGO yang membantu," imbuh dia.

    Kasus Covid-19 di Malaysia juga terus meningkat setiap harinya. Total ada lebih dari 15 ribu kasus dalam beberapa hari terakhir.

    Pandemi Covid-19 membuat pemerintah melakukan Kawalan Pergerakan (MCO) atau semacam lockdown yang membuat masyarakat tidak bisa keluar rumah atau beraktivitas seperti biasanya.

    Lockdown membuat sektor ekonomi Malaysia menurun, dan hal ini dinilai dijadikan 'bahan politik' oleh pihak tertentu yang ingin untuk menggulingkan pemerintah.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id