comscore

Indonesia-Selandia Baru Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan dan Transisi Energi

Willy Haryono - 15 November 2021 14:56 WIB
Indonesia-Selandia Baru Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan dan Transisi Energi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara seputar kesetaraan vaksin di forum Pacific Exposition 2 . (KBRI Wellington)
Jakarta: Indonesia dan Selandia Baru terus meningkatkan beragam kerja sama dalam kerangka Kemitraan Komprehensif yang telah terjalin pada 2018. Dua dari sejumlah kerja sama tersebut adalah kesehatan transisi energi.

Kuatnya kerja sama kedua negara sama-sama diapresiasi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan juga Menlu Selandia Baru Nanaia Mahuta.

 



"Saya menyambut baik peningkatan kerja sama kesehatan yang telah dilakukan selama pandemi. Sejauh ini, Selandia Baru telah memberikan dukungan kepada Indonesia, baik berupa vaksin Covid-19, ventilator, rapid test, dan juga dukungan untuk Eijkman Institute," ucap Menlu Retno dalam keterangan pers bersama Menlu Mahuta di Kemenlu RI, Jakarta, Senin, 15 November 2021.

"Dalam konteks kesehatan, saya juga menyampaikan bahwa isu ini akan menjadi salah satu prioritas presidensi Indonesia di G20. Dan kita memiliki posisi yang sama mengenai pentinginya keseteraan akses terhadap vaksin bagi semua negara," sambungnya.

Di bidang transisi energi, Indonesia memandang Selandia Baru sebagai mitra baik yang dapat diandalkan. Salah satu kerja sama yang dapat terus dikembangkan di bidang ini adalah seputar pemanfaatan energi panas bumi atau geothermal.

"Kemitraan di bidang energi telah ditunjukkan antara lain melalui pembangunan Flores Geothermal Island di Nusa Tenggara Timur dan pembangunan pipeline di Maluku dalam kerangka the New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES)," tutur Menlu Retno.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Menlu Retno dan Menlu Mahuta juga membahas mengenai kerja sama di bidang pemulihan ekonomi pascapandemi. Pemulihan ini, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, erat kaitannya dengan kerja sama perdagangan dan investasi.
 
"Saya sampaikan pentingnya perdagangan bilateral yang lebih seimbang. Oleh karena itu, saya meminta kepada Selandia Baru untuk dapat membuka akses pasar bagi produk buah-buah tropis Indonesia dan penguatan investasi dan program peningkatan kapasitas di bidang pertanian dan peternakan di Indonesia," tutur Menlu Retno.

Kepada Menlu Mahuta, Menlu Retno juga mengajak Selandia Baru untuk bermitra dengan ASEAN dalam mengimplementasikan empat bidang prioritas, yakni "maritim, konektivitas, SDGs, dan perdagangan investasi dalam konteks AOIP."

Baca:  Indonesia Ajak Selandia Baru Bermitra dengan ASEAN

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id