Gunakan Kata-Kata Kasar, Filipina Usir Tiongkok dari Laut China Selatan

    Marcheilla Ariesta - 03 Mei 2021 15:43 WIB
    Gunakan Kata-Kata Kasar, Filipina Usir Tiongkok dari Laut China Selatan
    Kapal Penjaga Pantai Filipina berlayar dekat Laut China Selatan pada 14 Mei 2019. (TED ALJIBE / AFP)



    Manila: Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mendesak kapal-kapal Tiongkok agar segera keluar dari wilayah sengketa, termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Manila di area Laut China Selatan. Lewat Twitter-nya, Teodoro menggunakan kata-kata kasar.

    Ini merupakan babak baru 'perang kata-kata' antara Manila dan Beijing terkait Laut China Selatan.






    "Tiongkok, temanku, seberapa sopan saya bisa mengatakan ini? GET THE F**K OUT (segera keluar dari sini)," kata Locsin dalam akun Twitter pribadinya.

    "Apa yang telah Anda lakukan untuk persahabatan kita? Anda. Bukan kami. Kami selama ini selalu mencoba (mempertahankan hubungan)," tegasnya, dilansir dari Malay Mail, Senin, 3 Mei 2021.

    Kedutaan Tiongkok di Manila belum menanggapi pernyataan Locsin. Meski demikian, sebelumnya pejabat Tiongkok mengatakan bahwa kapal-kapal di Whitsun Reef hanya berada di sana untuk berlindung dari cuaca buruk.

    Locsin selama ini kerap memberikan komentar pedas dan blak-blakan, termasuk mengenai kehadiran 'ilegal' ratusan kapal Tiongkok di ZEE Filipina.

    Beijing mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan. Perairan ini menjadi jalur perdagangan 'sutra' yang dilewati ribuan kapal setiap tahun.

    Pada 2016, pengadilan arbitrase di Den Haag memutuskan klaim tersebut tidak sejalan dengan hukum internasional. Pasalnya, klaim Tiongkok didasarkan pada peta lama tradisional mereka.

    Dalam sebuah pernyataan, Kemenlu Filipina menuding penjaga pantai Tiongkok melawan kapal penjaga pantai Filipina. "Penjaga pantai Tiongkok membayangi, memblokir, (melakukan) manuver berbahaya dan menantang kapal penjaga pantai Filipina," kata pernyataan tersebut.

    Otoritas Filipina meyakin kapal-kapal Tiongkok dinaiki sejumlah milisi.

    Hingga 26 April lalu, Filipina telah mengajukan 78 protes diplomatik ke Negeri Tirai Bambu sejak Presiden Rodrigo Duterte menjabat sebagai presiden.

    Duterte secara umum berusaha menjalin hubungan yang lebih hangat dengan Tiongkok. Sikap ini merupakan balasan atas janji Tiongkok untuk berinvestasi, memberikan bantuan dan pinjaman miliar dolar kepada Filipina.

    Namun, pada April lalu, Duterte menegaskan siap mengirim kapal angkatan bersenjata mereka ke Laut China Selatan jika Beijing berani berbuat macam-macam. "Ada hal-hal yang benar-benar tidak dapat dikompromikan," tegasnya.

    Baca:  Mulai Melawan, Duterte akan Kerahkan Militer ke Laut China Selatan

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id