comscore

Menlu RI Kembali Tekankan Kesetaraan Vaksinasi di Pertemuan COVAX 2022

Willy Haryono - 16 Maret 2022 07:29 WIB
Menlu RI Kembali Tekankan Kesetaraan Vaksinasi di Pertemuan COVAX 2022
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (BPMI Setpres)
Jakarta: Angka kasus dan kematian mingguan akibat Covid-19 terus menurun di sebagian besar kawasan di dunia. Vaksinasi global juga terus berlanjut, dengan lebih dari 10,9 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan di seluruh dunia.

"Kita harus menggunakan momentum ini untuk memperkuat upaya mengakhiri pandemi," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memimpin Pertemuan COVAX AMC EG pertama di tahun 2022 pada Selasa, 15 Maret 2022.
Setelah mandat sebagai Co-Chair COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG) diperpanjang hingga akhir 2022, Menlu Retno kembali bertindak sebagai Co-Chair bersama Menteri Pembangunan Internasional Kanada dan Menteri Kesehatan Ethiopia dalam Pertemuan COVAX AMC EG ke-8 ini.

Saat memimpin sesi ke-2, yang membahas perkembangan mengenai varian Omicron dan efektivitas vaksin, Menlu Retno menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengupayakan agar seluruh negara dapat mencapai target vaksinasi yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tingkat vaksinasi di sejumlah negara belum mencapai 10 persen, padahal hanya 3,5 bulan lagi menuju pertengahan tahun 2022. Oleh karena itu, upaya penyetaraan akses terhadap vaksin harus dilipatgandakan.

Menlu Retno juga menyampaikan pentingnya bantuan terkait kapasitas pelaksanaan vaksinasi. Masih banyak negara yang memerlukan bantuan dalam hal ini. 

Dalam pertemuan tersebut, Perwakilan WHO menyampaikan bahwa varian Omicron saat ini mendominasi persebaran kasus Covid-19 di dunia, dengan persentase mencapai 99,7 persen dari 427.152 spesimen yang dites. Dampak klinis dari varian Omicron terpantau lebih ringan dari varian Delta, sementara vaksin-vaksin yang tersedia telah terbukti efektif terhadap varian Omicron.

Meski demikian, perwakilan WHO mengimbau seluruh negara untuk tetap waspada. Meski varian Omicron menimbulkan gejala lebih ringan dari Delta, tapi angka kematian saat ini sama dengan saat gelombang Delta.

Hasil penelitian terkait efektivitas vaksin juga menunjukkan bahwa vaksin penguat (booster) memiliki efektivitas 80-90 persen untuk mencegah hospitalisasi dan gejala  berat.

COVAX AMC merupakan mekanisme global yang bertujuan menyalurkan vaksin secara gratis kepada negara anggotanya, yaitu 92 negara berpendapatan menengah ke bawah. Hingga tanggal 11 Maret 2021, Indonesia telah menerima 34.631.500 dosis vaksin dari mekanisme COVAX AMC ini. Sementara 64.508.205 dosis vaksin juga telah diterima melalui mekanisme COVAX dose-sharing.

Baca:  Indonesia Penuhi 92 Persen dari Total Kebutuhan Vaksin Covid-19

Sepanjang 2021, COVAX telah berhasil mengumpulkan pendanaan senilai USD10,8 miliar, melebihi target yang awalnya ditentukan. Dana tersebut telah dimanfaatkan untuk menyalurkan 1,34 miliar dosis vaksin, termasuk 1,08 miliar dosis kepada negara anggota AMC melalui COVAX Facility.

Saat ini, 49 persen populasi negara AMC telah mendapat setidaknya 1 dosis vaksin, sementara 39 persen populasi telah menerima vaksinasi lengkap.


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id