comscore

Dubes Kim Sampaikan Dukungan AS untuk Wujudkan 'Making Indonesia 4.0'

Willy Haryono - 22 Januari 2022 12:50 WIB
Dubes Kim Sampaikan Dukungan AS untuk Wujudkan Making Indonesia 4.0
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Yong Kim. (Biro Setpres)
Jakarta: Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Yong Kim mengungkapkan dukungan AS terhadap tekad pemerintahan Presiden Joko Widodo menuju era digitalisasi "Making Indonesia 4.0." Dukungan disampaikan Dubes Kim dalam konferensi Cisco Indonesia Networking Academy (NetAcad) pada Sabtu, 22 Januari 2022.

Dubes Kim mengatakan bahwa kemitraan AS dan Indonesia, terutama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), telah membuahkan hasil nyata dalam memperluas peluang di bidang ekonomi digital Indonesia.
"Keterbukaan Anda untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memperkuat ekonomi digital Anda sangat kami hargai," ucap Dubes Kim, dalam pernyataan yang ditujukan kepada Menkominfo Johnny G. Plate.

"Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Cisco dan Program Akademi Jaringan atas 24 tahun kemitraannya dengan lembaga pendidikan, nirlaba, dan Pemerintah Indonesia. Visi Cisco untuk mendorong adopsi awal pembelajaran digital, baik secara langsung maupun sekarang secara daring, selama lebih dari dua dekade patut dipuji," sambungnya.

Selain itu, Dubes Kim juga mengapresiasi lebih dari 700 instruktur Cisco Networking Academy dari seluruh Indonesia atas kontribusi berkelanjutan dalam mengembangkan tenaga kerja teknis Indonesia.

Menurut Dubes Kim, para inovator berperan penting dalam mengubah cara masyarakat menerima pendidikan melalui platform teknologi. Para inovator ini dinilai telah membantu mengembangkan solusi yang menghilangkan hambatan, membangun literasi, dan meningkatkan efektivitas pendidikan.

Tema konferensi Cisco Indonesia Networking Academy (NetAcad) tahun ini adalah "Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan generasi digital Indonesia di era pascapandemi." Menurut Dubes Kim, tema ini tepat karena masyarakat Indonesia sedang berupaya mendorong pemulihan ekonomi serta menata ulang pemanfaatan teknologi untuk generasi mendatang.

Program Akademi Jaringan Cisco telah melatih ribuan siswa setiap tahun dan mempersiapkan mereka untuk pekerjaan di bidang teknologi informasi dan keamanan siber. Program ini secara langsung mendukung tujuan digitalisasi "Making Indonesia 4.0" dengan memperluas pelatihan keterampilan digital ke seluruh wilayah Indonesia melalui Digital Talent Scholarship.

Baca:  Digitalisasi Jadi Harapan Indonesia Hadapi Covid -19

"Karena pandemi Covid-19 yang mendorong kebutuhan akan tenaga kerja keterampilan digital, kami telah melihat peningkatan kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta untuk memecahkan masalah ini, dan bekerja sama untuk mengembangkan kerangka kerja keterampilan yang lebih selaras dengan kebutuhan industri," tutur Dubes Kim.

"Perusahaan membantu membentuk keterampilan digital khusus yang dibutuhkan di setiap sektor dan terus bekerja sama dengan pemerintah dan universitas untuk memandu upaya pelatihan," sambungnya.
 
 

Cisco, lanjut Dubes Kim, menginformasikan kepada dirinya bahwa Networking Academy mereka memiliki partisipasi tahunan terbaik dalam dua dekade lebih pada 2021. Tahun lalu saja, akademi tersebut memberikan pelatihan kerja kepada 57.000 siswa Indonesia dan mempersiapkan mereka untuk berkarier di sektor TI dan keamanan siber yang berkembang pesat di Indonesia .

"Saya memahami bahwa siswa ini telah bergabung dengan Akademi Jaringan dengan total lima belas juta siswa di seluruh dunia sejak tahun 1997.  Sangat mengesankan," sebut Dubes Kim.

"Lebih penting lagi, kita tahu bahwa lulusan seperti lulusan akademi Cisco adalah kunci keberhasilan membangun dan mendukung infrastruktur teknologi yang terbuka, dapat dioperasikan, andal, dan aman," lanjut dia.

Pada gilirannya, ungkap Dubes Kim, jaringan yang mendukung digitalisasi inklusif mendukung ekonomi digital yang dinamis di seluruh dunia dan memungkinkan semua warga mendapatkan manfaat.

Dengan peningkatan dramatis dalam ketergantungan pada teknologi digital selama krisis Covid-19, "kita telah melihat kebutuhan untuk mendigitalkan hampir setiap aspek kehidupan, mulai dari infrastruktur penting seperti transportasi, distribusi listrik, dan layanan pemerintah hingga perawatan kesehatan dan pendidikan."

Keterampilan digital sama pentingnya di sektor non-teknologi Indonesia, seperti manufaktur dan layanan profesional, di mana perusahaan semakin berupaya mengadopsi teknologi baru untuk meningkatkan produktivitas mereka. Di saat kita semakin terhubung, sebut Dubes Kim, pertaruhan untuk mengamankan jaringan kita akan meningkat, dan "kita membutuhkan profesional terlatih untuk mengatasi tantangan keamanan siber ini."

Dubes Kim mengatakan bahwa pandemi Covid-19 membuka matta dunia mengenai pentingnya menjaga rantai pasokan global. Dalam konteks ini, kemampuan berkomunikasi di level global, memindahkan, menyimpan, dan memproses data secara mulus merupakan hal yang sangat penting.

Ia menambahkan, AS berbagi tujuan ini dengan Indonesia dan tetap menjadi mitra yang berkomitmen penuh. AS akan terus mendukung upaya Indonesia untuk memperluas program pendidikan berkualitas yang berfokus pada sistem teknologi informasi inklusif dan keamanan siber.

Perusahaan-perusahaan AS ingin memperluas kemitraan dengan universitas, politeknik, dan sekolah kejuruan Indonesia, serta membekali para siswa dengan keterampilan menjembatani kesenjangan keterampilan digital yang diproyeksikan akan mengisi sekitar 9 juta pekerja terampil yang dibutuhkan pada 2030.

Kekhawatiran akan kurangnya keterampilan digital menjadi semakin nyata selama pandemi Covid-19. Bisnis dipaksa dengan cepat membangun kemampuan digital yang diperlukan untuk melanjutkan operasi mereka dan menjaga ekonomi tetap sehat.

"Kita semua menyadari dampak ekonomi positif yang dapat ditimbulkan oleh tenaga kerja terampil digital terhadap pemulihan pandemi. Oleh karena itu, memastikan bahwa semua warga negara memiliki akses ke pelatihan keterampilan digital sangat penting," ujar Dubes Kim.

"Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting untuk membekali individu dengan keterampilan masa depan, dan perusahaan AS seperti Cisco akan terus mendukung rencana pemerintah untuk memperluas upaya pelatihan keterampilan digital di negara ini untuk beberapa dekade mendatang," pungkasnya.

(WIL)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id