Pedemo Tewas di Myanmar Bertambah, Termasuk Remaja 14 Tahun

    Marcheilla Ariesta - 03 Maret 2021 18:43 WIB
    Pedemo Tewas di Myanmar Bertambah, Termasuk Remaja 14 Tahun
    Para pedemo berlindung dari terjangan gas air mata yang ditembakkan pihak keamanan Myanmar. Foto: AFP



    Yangon: Lokal media melaporkan korban tewas akibat kekerasan polisi di Myanmar terus bertambah. Hingga pukul 15.35 waktu setempat, korban tewas menjadi 9 orang, termasuk remaja 14 tahun.

    "Lokal media melaporkan seorang remaja 14 tahun ditembak di Myingan, wilayah Mandalay," demikian dilaporkan Nikkei, Rabu, 3 Maret 2021.






    Baca: Enam Pedemo Myanmar Tewas, Salah Satunya Ditembak di Kepala.

    Sementara lima orang lainnya tewas di Monywa. Gambar korban tewas diunggah di laman Facebook Monywa Gazette. Dari gambar terlihat ada luka di kepala korban.

    Dikutip dari Reuters, media lokal melaporkan sebanyak sembilan orang tewas di Myanmar hari ini. Angka tersebut bertambah dari jumlah sebelumnya, yakni enam orang.

    Salah satu korban luka, Moe Myint Hein melaporkan pasukan keamanan menembaki mereka.

    "Mereka (pasukan keamanan) menembaki kami dengan peluru tajam. Satu tewas, dia masih muda, seorang remaja laki-laki, ditembak di kepala," tuturnya kepada AFP.

    Demonstrasi menentang kudeta terus berlanjut di Yangon, kota terbesar di Myanmar. Para pengunjuk rasa menggunakan ban darurat dan barikade kawat berduri untuk memblokir jalan-jalan utama dan memperlambat datangnya polisi.
     
    Sementara itu, di pusat kota Pansodan Road, pengunjuk rasa menempelkan cetakan wajah pemimpin junta, Min Aung Hlaing di tanah. Langkah ini bertujuan memperlambat pasukan keamanan yang akan menghindari menginjak gambar pemimpin mereka.
     
    Bentrokan juga terjadi di Kota San Chaung. Tempat ini menjadi lokasi bentrokan hebat dalam beberapa hari terakhir dengan gas air mata memenuhi jalan saat polisi anti huru-hara menghadapi pengunjuk rasa.
     
    Selain itu, hari ini enam jurnalis juga didakwa atas tuduhan menyebarkan berita palsu dan membuat pegawai negeri marah karena berita tersebut.

    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id