Vaksin Covid-19 Sinovac Disahkan oleh WHO, Kenali Khasiatnya

    Willy Haryono - 02 Juni 2021 14:45 WIB
    Vaksin Covid-19 Sinovac Disahkan oleh WHO, Kenali Khasiatnya
    Vaksin Sinovac mendapatkan izin penggunaan darurat dari WHO. Foto: AFP



    Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja memberikan izin penggunaan darurat bagi vaksin covid-19 asal Tiongkok keluaran Sinovac Biotech, CoronaVac. Sebelumnya, vaksin asal Tiongkok lainnya, Sinopharm juga sudah mendapatkan pengesahan.

    Pengesahan ini menjadi dorongan besar untuk vaksin Sinovac setelah data dalam uji klinis menunjukkan berbagai tingkat kemanjuran.

     



    Baca: WHO Keluarkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac.

    WHO mengatakan, hasil menunjukkan itu mencegah penyakit bergejala pada 51 persen dari mereka yang divaksinasi. Vaksin Sinovac juga mencegah covid-19 parah dan menghalau warga dirawat inap akibat virus korona pada 100 persen populasi yang diteliti.

    Kelompok Penasihat Strategis (SAGE) terpisah dari Penasihat Strategis WHO telah mengatakan, sebelumnya bahwa kemanjuran vaksin dalam uji klinis Fase III di berbagai negara berkisar antara 51 hingga 84 persen.

    Indonesia mengatakan pada 12 Mei bahwa penelitiannya terhadap 120.000 petugas kesehatan yang telah menerima vaksin menemukan bahwa itu 94 persen efektif untuk mencegah penyakit simtomatik.

    “Panel SAGE menemukan bahwa suntikan itu efektif dalam mencegah covid-19 pada orang dewasa di bawah 60 tahun. Tetapi beberapa data kualitas tentang risiko efek samping yang serius masih kurang,” ujar penilaian dari SAGE.

    “Hasil itu turut mengutip bukti kesenjangan dalam keamanan dalam pasien hamil tentang keamanan serta perlindungan klinis pada orang dewasa yang lebih tua. Ini termasuk juga pada mereka dengan penyakit yang mendasari, dan evaluasi efek samping yang jarang terjadi,” imbuh penilaian itu.

    Lebih lanjut menurut pakar SAGE -,yang mengeluarkan rekomendasi kebijakan untuk negara bagian dan pedoman dosis,- meninjau data klinis Sinovac bulan lalu.

    CEO dari Sinovac, Weidong Yin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa uji klinis telah memberikan "dasar ilmiah yang kuat" agar suntikan pembuat obat itu disetujui oleh lebih dari 40 negara dan oleh WHO.

    Tiongkok sendiri telah menyebarkan ratusan juta dosis vaksin Sinopharm dan Sinovac di dalam negeri dan mengekspornya ke banyak negara, terutama di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

    Sementara Direktur Jendeal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pada konferensi pers pada Selasa bahwa kemudahan menyimpan CoronaVac membuatnya sangat berguna untuk "pengaturan sumber daya rendah yang paling membutuhkannya”.

    “Sejauh ini, sebagian besar dosis vaksin telah masuk ke negara-negara kaya, dan banyak dari mereka kembali ke kehidupan normal sementara virus menghancurkan negara-negara yang kurang makmur,” ujar Dr Tedros, seperti dikutip The New York Times, Rabu 2 Juni 2021.

    Menurut Our World in Data di University of Oxford, vaksin Sinovac tersebut telah disetujui untuk digunakan di 29 negara, termasuk Tiongkok, Brasil, dan Meksiko serta Indonesia.

    CoronaVac diberikan dalam dua dosis selama dua hingga empat minggu. Vaksin ini lebih mudah disimpan daripada yang berasal dari Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang harus disimpan dalam keadaan beku untuk penyimpanan jangka panjang.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id