Korban Tewas Pasukan Keamanan Myanmar Jadi 581 Orang

    Marcheilla Ariesta - 07 April 2021 17:22 WIB
    Korban Tewas Pasukan Keamanan Myanmar Jadi 581 Orang
    Sebuah bus melintas melewati barikade yang dibakar demonstran di kota Yangon, Myanmar pada 3 April 2021. (STR / AFP)



    Yangon: Pasukan keamanan Myanmar masih terus menggunakan aksi kekerasan terhadap pengunjuk rasa antikudeta dengan cara menembakkan senjata api. Media lokal Myanmar melaporkan sedikitnya lima demonstran tewas dalam unjuk rasa hari ini, yang menjadikan angka totalnya mencapai 581 menurut data terbaru Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

    Myanmar terjerembab dalam jurang kekacauan saat militer menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu. Kudeta memicu aksi protes luas yang kerap berujung bentrok berdarah.






    Dalam demonstrasi terbaru hari ini, kekerasan meletus ketika pasukan keamanan memasuki lokasi protes di kota Kale, Saigang. Dilansir dari Channel News Asia, wilayah tersebut menjadi salah satu titik kerusuhan, di mana para demonstran menuntut junta militer Myanmar segera memulihkan pemerintah sipil Suu Kyi.

    Kantor berita Mizzima melaporkan adanya tiga pedemo yang tewas ditembak pasukan keamanan pada Rabu ini. Seorang warga lokal Kale mengaku sempat memotret lima jenazah yang diduga tewas di tangan pasukan keamanan.

    Aksi protes tetap digelar meski junta militer Myanmar mencoba mengganggu koordinasi dengan cara mematikan internet nirkabel dan layanan data seluler. Layanan telepon masih tersedia, namun hanya dapat diakses sedikit orang di Myanmar.

    "Myanmar telah mengalami keruntuhan bertahap dalam bidang informasi sejak Februari lalu," kata pendiri observatorium pemblokiran internet NetBlocks, Alp Toker.

    "Komunikasi saat ini sangat terbatas, dan hanya tersedia untuk sedikit orang," serunya.

    Selain menewaskan 581 orang, termasuk puluhan anak-anak, pasukan keamanan Myanmar juga telah menangkap hampir 3.500 orang, dengan 2.750 di antaranya masih berada di tahanan.

    Baca:  Sama-Sama Khawatir, RI-Inggris Minta Junta Myanmar Hentikan Kekerasan

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id