Angka Covid-19 Melonjak, Malaysia Batasi Pergerakan di Kota Besar

    Fajar Nugraha - 04 Mei 2021 14:02 WIB
    Angka Covid-19 Melonjak, Malaysia Batasi Pergerakan di Kota Besar
    Warga Malaysia melakukan pemeriksaan PCR untuk mendeteksi covid-19. Foto: AFP



    Petaling Jaya: Malaysia mengumumkan perintah kontrol pergerakan (MCO) selama dua minggu di Selangor, Kuala Lumpur, Penang, Johor dan Sarawak mulai Senin 3 Mei untuk mengekang penyebaran covid-19. Langkah itu dilakukan setelah kota-kota itu mengalami lonjakan kasus yang drastis selama dua minggu terakhir.

    Sumber mengatakan kepada The Star bahwa MCO baru -,yang ketiga sejauh ini,- akan serupa dengan yang terjadi antara 11 Januari dan 26 Januari di beberapa bagian negara. Di mana kegiatan ekonomi diperbolehkan tetapi sekolah ditutup dan kegiatan sosial serta aktivitas keagamaan dilarang.






    Baca: Sejumlah Rumah Sakit Covid-19 di Malaysia Kehabisan Tempat Tidur.

    Diketahui bahwa makan di tempat-tempat makan tidak diperbolehkan. Satu sumber mengatakan pengumuman tentang MCO baru akan dilakukan pada Minggu.

    Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan, pada Sabtu bahwa pemerintah sedang meninjau protokol pandemi covid-19 saat ini. Terutama di daerah yang terkena dampak parah seperti ibu kota keuangan Kuala Lumpur dan daerah sekitarnya di negara bagian Selangor.

    Dia mengatakan bahwa tempat yang telah dikunjungi oleh banyak orang yang positif covid-19 akan diminta untuk ditutup.

    Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, dia mengatakan pemerintah telah menggunakan sistem peringatan dini yang dikenal sebagai Identifikasi Titik Panas untuk Keterlibatan Dinamis (Hot-spots Identification for Dynamic Engagement/Hide) untuk mengidentifikasi area dan tempat yang berisiko tinggi menularkan penyakit.

    Pendekatan ini sejalan dengan keputusan pemerintah untuk memiliki pendekatan yang ditargetkan dalam pengendalian dan penanggulangan virus korona.

    “Melalui sistem ini, pemantauan dilakukan setiap hari untuk mengidentifikasi lokasi publik yang berisiko tinggi,” kata Tan Sri Muhyiddin, seperti dikutip dari The Straits Times.

    Sumber itu mengatakan pemerintah akan memberikan pertimbangan cermat dalam penerapan MCO apa pun karena akan berdampak pada perayaan Hari Raya dan bazar Ramadan. Baza selama ini diizinkan beroperasi di seluruh negeri selama bulan puasa.

    Diketahui bahwa bazar Ramadan di negara bagian yang memberlakukan pembatasan pergerakan harus ditutup, kecuali yang terletak di distrik barat daya di pulau Penang.

    MCO di lima distrik di Kedah pada 1 Mei merupakan bagian dari proposal yang disampaikan kepada Dewan Keamanan Nasional, Jumat. Tapi Pemerintah Malaysia putuskan lebih awal ke Kedah karena situasinya memprihatinkan.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id