Diblokir di Facebook, Militer Myanmar Beralih ke TikTok Ancam Pedemo

    Fajar Nugraha - 04 Maret 2021 09:58 WIB
    Diblokir di Facebook, Militer Myanmar Beralih ke TikTok Ancam Pedemo
    Tentara Myanmar menangkap pedemo penentang kudeta. Foto: AFP



    Yangon: Kekerasan terhadap pedemo penentang kudeta di Myanmar makin parah. Pada Rabu 3 Maret, pihak keamanan setempat menembak mati 38 pedemo.

    Tindakan keras junta menjelaskan sejauh mana militer siap untuk mempertahankan kudeta, dan bagaimana mereka beroperasi dengan impunitas. Mereka bahkan mengeluarkan ancaman pembunuhan melalui TikTok, setelah Facebook blokir akun yang terkait dengan junta.






    Baca: PBB: Hari Paling Berdarah di Myanmar saat 38 Orang Tewas dalam Protes.

    Ancaman pun disampaikan secara terbuka mengeluarkan ancaman pembunuhan melalui TikTok. Video tentara yang mengenakan seragam militer memamerkan senjata otomatis dan peluru mereka saat mengeluarkan ancaman kepada pengunjuk rasa menjadi viral di aplikasi TikTok.

    “Sementara identitas tentara dalam klip belum diverifikasi, seorang aktivis mengklaim bahwa ada lebih dari 800 video serupa di media sosial dengan tentara Tatmadaw, sebutan untuk militer Myanmar,” sebut laporan WIO News, Kamis 4 Maret 2021.

    “Mereka secara terbuka mengancam melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai. Dalam sebuah klip, dua tentara mengarahkan senapan mereka ke kamera. Dalam klip lain, seorang tentara mengancam pengunjuk rasa dengan senjatanya. Yang lain melangkah lebih jauh untuk menunjukkan bahwa senjatanya diisi dengan peluru sungguhan, dan bukan tembakan karet,” imbuh laporan itu.

    Video tersebut beredar bebas di TikTok, platform media sosial Tiongkok yang dilarang di India tahun lalu. Di Myanmar, TikTok menyajikan ancaman dari militer kepada pengunjuk rasa damai. Sementara raksasa media sosial Facebook melarang militer Myanmar, TikTok mengizinkan tentara untuk secara terbuka mengancam pengunjuk rasa.

    Menurut sebuah laporan, aktivis hak asasi dan jurnalis telah menemukan beberapa klip seperti ini di TikTok, dan menuntut penghapusan total. Dalam sebuah pernyataan di situs berita, TikTok mengatakan tidak mengizinkan konten yang menghasut kekerasan. Tapi itu tidak mengomentari video oleh tentara secara langsung.

    Dalam klip yang diambil oleh seorang penduduk setempat di Monywa, pasukan keamanan terlihat menyeret para pengunjuk rasa, dengan jalan-jalan berlumuran darah. Pada Rabu, setidaknya 38 orang tewas di seluruh Myanmar dalam tindakan keras oleh junta militer, sejak penggulingan Aung San Suu Kyi. Kekerasan, bersama dengan klip di TikTok menunjukkan betapa berani militer membunuh demokrasi Myanmar yang rapuh.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id