Pemimpin ASEAN Akan Bertemu di Jakarta Bahas Situasi Myanmar

    Fajar Nugraha - 05 April 2021 16:58 WIB
    Pemimpin ASEAN Akan Bertemu di Jakarta Bahas Situasi Myanmar
    Warga Myanmar menentang kudeta militer dengan lakukan protes. Foto: AFP



    Kuala Lumpur: Brunei Darussalam yang saat ini memegang keketuaan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), mendukung usulan Indonesia untuk melakukan pertemuan para pemimpin dalam membahas masalah Myanmar.

    Pihak Brunei bahkan sudah meminta para pejabat untuk mempersiapkan pertemuan ini di Jakarta.






    Baca: ASEAN Siap Bantu Myanmar Cari Solusi Damai.

    Krisis yang terjadi di Myanmar, sejak kudeta militer pada 1 Februari lalu telah memaksa negara tersebut ke jurang kekerasan. Militer mengambil alih kekuasaan Aung San Suu Kyi yang secara resmi menang pemilu November 2020 lalu.

    Indonesia telah memimpin upaya anggota ASEAN -,di mana Myanmar juga sebagai anggota,- untuk mendorong solusi yang dinegosiasikan. Meskipun sudah ada kebijakan lama untuk tidak mengomentari masalah domestik satu sama lain.

    Dalam pernyataan bersama dengan Malaysia, Brunei mengatakan bahwa kedua negara telah meminta menteri dan pejabat seniornya untuk melakukan "persiapan yang diperlukan untuk pertemuan yang akan diadakan di Sekretariat ASEAN di Jakarta, Indonesia".

    Pernyataan itu menyusul pertemuan antara Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah pada Senin 5 April 2021.

    "Kedua pemimpin sepakat agar para pemimpin ASEAN bertemu untuk membahas perkembangan yang sedang berlangsung di Myanmar," kata kedua pemimpin, seperti dikutip Channel News Asia, Senin.

    Mereka tidak menyebutkan kapan pertemuan itu akan digelar. Kedua pemimpin menyatakan keprihatinan atas meningkatnya jumlah korban jiwa di Myanmar.

    "Mereka mendesak semua pihak untuk menahan diri dari menghasut kekerasan lebih lanjut, dan semua pihak untuk segera menahan diri dan fleksibilitas sepenuhnya," menurut pernyataan itu.

    Baca: Tiongkok Dukung Tawaran Indonesia Diadakan KTT ASEAN Bahas Myanmar.

    Aktivis mengatakan bahwa setidaknya 557 orang telah terbunuh dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan atas protes dan pemogokan di seluruh negeri. Sementara junta hingga kini telah membatasi akses internet.

    ASEAN beroperasi berdasarkan konsensus, tetapi ada pandangan yang berbeda dari 10 anggotanya tentang bagaimana menanggapi penggunaan kekuatan mematikan oleh tentara terhadap warga sipil dan kebijakan non-intervensi kelompok tersebut telah membatasi kemampuannya untuk bertindak.

    Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Singapura semuanya telah menyatakan kekhawatiran atas pembunuhan para demonstran dan mendukung pertemuan tingkat tinggi yang mendesak tentang Myanmar.

    Menteri luar negeri dari masing-masing negara ASEAN secara terpisah mengadakan pembicaraan pekan lalu dengan mitranya di Tiongkok, tetangga Myanmar yang berpengaruh.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id