Hikmahanto: Jokowi Perlu Lakukan Kontak dengan Macron

    Willy Haryono - 31 Oktober 2020 20:46 WIB
    Hikmahanto: Jokowi Perlu Lakukan Kontak dengan Macron
    Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang-bincang dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) dan PM Kanada Justin Trudeau. (AFP)
    Jakarta: Prancis tengah menjadi sorotan global, khususnya oleh dunia Islam pascaperistiwa pemenggalan seorang guru terkait kartun Nabi Muhammad. Prancis semakin disorot usai Presiden Emmanuel Macron membela kartun buatan majalah Charlie Hebdo tersebut di atas nama kebebasan berekspresi.

    Setelah pemenggalan terkait kartun kontroversial tersebut, Prancis kembali dilanda aksi kekerasan bernuansa teror di sebuah gereja di kota Nice.

    "Dalam konteks ini, Presiden Joko Widodo yang memiliki kedekatan dengan Presiden Macron perlu melakukan kontak langsung maupun melalui telepon agar dapat menghentikan rangkaian kekerasan mengerikan di masa datang demi kemanusiaan," kata Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, dalam keterangan yang diterima Medcom.id pada Sabtu, 31 Oktober 2020.

    Menurut Hikmahanto, kekerasan pendirian Macron terkait hak berekspresi yang didukung mayoritas penduduk Prancis namun ditentang keras umat Muslim dapat berujung pada tragedi kemanusiaan.

    Tragedi kemanusian dapat terjadi, sambung Hikmahanto, karena tidak ada satu negara pun yang mampu membendung tindakan pribadi seseorang terhadap hal berbau Prancis, seperti halnya di Prancis sendiri. Dikhawatirkan aksi kekerasan seperti pemenggalan di Paris dan penikaman di Nice dapat terjadi lagi di kota-kota lainnya di Prancis.

    "Presiden Jokowi dalam konteks pertemanan dapat menyarankan agar Presiden Macron menarik pernyataannya dan meminta maaf kepada umat Muslim," ujar Hikmahanto.

    "Bagi Presiden Jokowi yang akrab dengan Presiden Macron sebagaimana terlihat di KTT-20 2017 lalu, menyampaikan saran tersebut merupakan hal wajar. Ini mengingat Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar sehingga sangat memahami perasaan umat Muslim," sambungnya.

    Hikmahanto mengatakab, pendekatan Presiden Jokowi tentu berbeda dengan tokoh lainnya, terutama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Erdogan yang belakangan terus mengecam Macron secara keras. Ia menilai pendekatan keras Erdogan dipastikan tidak akan efektif, namun lain halnya dengan soft approach Presiden Jokowi.

    "Sekali lagi apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah demi kemanusiaan, bukan karena mewakili negara Muslim," ucap Hikmahanto.

    Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia telah melakukan kecaman dan protes dengan dipanggilnya Dubes Prancis di Indonesia oleh Kementerian Luar Negeri. Melalui media sosial, Jokowi juga telah merespons kontroversi di Prancis.

    "Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, Prancis yang telah memakan korban jiwa," tulis Presiden Jokowi.

    "Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina dan telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia," sambungnya.

    Baca:  Jokowi: Macron Melukai Perasaan Umat Muslim

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id