Indonesia Minta Inggris Pastikan Kelancaran Distribusi Vaksin

    Fajar Nugraha - 09 April 2021 07:19 WIB
    Indonesia Minta Inggris Pastikan Kelancaran Distribusi Vaksin
    Menlu Retno Marsudi bersama dengan Menlu Inggris Dominic Raab. Foto: Kedubes Inggris



    Jakarta: Menlu RI, Retno L.P. Marsudi menghadiri ASEAN-UK Open Ended Troika Dialogue yang dilakukan secara virtual pada 8 April 2021. Dalam pertemuan, Menlu Retno sampaikan pentingnya upaya bersama untuk dapat atasi pandemi, termasuk  kerja sama dengan Inggris

    “Kita harus terus mengamankan akses dan distribusi vaksin yang setara. Sebagai negara produsen vaksin, Inggris memainkan peran penting dalam memastikan kelancaran distribusi dan suplai vaksin untuk semua negara. Dalam jangka panjang, kita harus terus menyuarakan multilateralisme vaksin dan membangun ketahanan kesehatan regional dan global," tegas Menlu RI dalam pertemuan tersebut. 






    Saat ini baru tersedia 16,8 juta dosis vaksin untuk 600 juta penduduk ASEAN, atau hanya tiga persen. Masih banyak yang harus dilakukan negara ASEAN untuk atasi pandemi. 

    Dalam pertemuan yang dihadiri Menlu Inggris, Dominic Raab, dan Menlu serta pejabat tinggi dari negara-negara anggota ASEAN, Menlu Retno juga mendorong kerja sama Inggris dengan ASEAN di berbagai bidang, termasuk pemulihan ekonomi dan perubahan iklim.

    Dari sisi ekonomi, terdapat potensi kerja sama sangat besar antara ASEAN dan Inggris. Total nilai perdagangan antara keduanya di tahun 2019 adalah USD52 miliar, lebih besar dari perdagangan Inggris dengan Jepang, India, atau Korsel. Inggris juga menjadi investor terbesar ketiga di ASEAN dari Eropa.

    “Angka-angka ini menunjukkan adanya peluang bagi ASEAN dan Inggris untuk meningkatkan upaya menuju pemulihan. Guna mencapai hal ini, kita juga harus mengatasi hambatan perdagangan antara negara-negara ASEAN dengan Inggris, misalnya melalui program fasilitasi perdagangan," kata Menlu Retno.

    “Ke depan, kerja sama itu dapat diperluas mencakup area-area lain yang menjadi kepentingan bersama, seperti ekonomi digital, layanan keuangan, dan energi baru dan terbarukan,” imbuhnya.
     
    Kerja sama ASEAN dengan Inggris juga perlu didorong dalam isu perubahan iklim. Sebagai kawasan yang rawan bencana, ASEAN memiliki perhatian besar terhadap dampak merusak perubahan iklim. Jika tidak diatasi, perubahan iklim dapat menggerus 11 persen PDB kawasan. Oleh karena itu, upaya memulihkan ekonomi dari pandemi harus dibarengi dengan upaya mengatasi perubahan iklim.

    Terkait situasi di Myanmar, Menlu Retno tekankan kembali bahwa kekerasan harus dihentikan untuk mencegah terus berjatuhannya korban dan demokrasi harus ditegakkan kembali. ASEAN harus menjadi kawasan yang aman, stabil, dan damai.

    “Saya dengan jelas sampaikan bahwa ASEAN hanya ingin mengulurkan bantuan untuk mengatasi situasi di Myanmar. Hanya dengan begitu, kita sebagai keluarga dapat mencapai kemakmuran bersama," tegar Menlu Retno.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id