Pelajar SMA Thailand Protes Sistem Pendidikan yang Dinilai Kaku

    Marcheilla Ariesta - 25 September 2020 14:44 WIB
    Pelajar SMA Thailand Protes Sistem Pendidikan yang Dinilai Kaku
    Thailand dihadapkan pada protes warga dalam sepekan terakhir. Foto: AFP
    Bangkok: Para pelajar Thailand menggunakan pita putih dan mencukur rambut di depan umum sembaru memberi hormat ala Hunger Games  - hormat tiga jari. Ini merupakan bentuk protes mereka atas sistem pendidikan yang dinilai kaku.

    Saat para mahasiswa menggelar aksi protes kampus selama beberapa pekan untuk demokrasi. Sementara adik-adik mereka di sekolah menengah melancarkan pemberontakan sendiri menuju pembentukan Thailand.

    "Ada pepatah viral bahwa 'kediktatoran pertama kami adalah sekolah," kata Peka Loetparisanyu, seorang pelajar sekolah menengah, dilansir dari Malay Mail, Jumat, 25 September 2020.

    "Mereka mencoba menanamkan dalam diri kami bahwa kami hanyalah orang kecil dalam masyarakat otoriter. Banyak hak kami dilanggar," imbuh remaja 17 tahun itu.

    Gerakan protes di sekolah-sekolah menengah Thailand ini dijuluki 'siswa buruk' oleh para pemimpinnya. Panggilan itu merupakan judul buku yang ditulis oleh aktivis mahasiswa Netiwit Chotiphatphaisal mengenai pengalamannya di sekolah menengah.

    Judul lengkap buku itu adalah 'Murid Buruk dalam Sistem Pendidikan Unggul'.

    Selain mendukung tujuan yang lebih luas dari protes anti-pemerintah, gerakan sekolah menengah ini ditargetkan agar siswa mengekspresikan diri mereka. Sehingga bisa menghapus peraturan yang mereka anggap kuno.

    Sistem pendidikan di Thailand berjalan secara tradisional. Lagu kebangsaan dinyanyikan setiap upacara pagi.

    Selain itu, mereka memiliki peraturan seragam yang sangat ketat. Para pelajar juga diharapkan tidak bertanya kepada otoritas.

    Kritikus menyatakan sistem pendidikan di Thailand lebih ditujukan untuk kepatuhan, daripada menimba ilmu. Skor global dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) 2018 menunjukkan bahwa Thailand jauh berada di belakang Singapura dengan performa terbaik, dan juga tertinggal dari Malaysia dalam hal membaca, matematika, dan sains.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id