Najib Razak Dianggap Tak Konfirmasi Donasi dari Arab Saudi

    Fajar Nugraha - 28 Juli 2020 13:08 WIB
    Najib Razak Dianggap Tak Konfirmasi Donasi dari Arab Saudi
    Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bersalah atas kasus korupsi 1MDB. Foto: Malaysia Kini
    Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan korupsi dana 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Salah satu yang menjadi perhatian adalah Najib berdalih bahwa uang yang mengalir ke rekening pribadinya merupakan sumbangan dari mendiang Raja Arab Saudi, Abdullah.

    Baca: Mantan PM Malaysia Diputus Bersalah Lakukan Korupsi 1MDB.

    Pada rekening pribadi Najib, terdeteksi dana sebesar 2,6 miliar Ringgit Malaysia pada 2015. Selama persidangan Najib mengatakan dana tersebut merupakan sumbangan dari Raja Abdullah untuk keperluan kampanye politik.

    Hakim Mohd Nazlan mengatakan, terdakwa tidak mengirim pesan ‘terima kasih’ karena diduga menerima dana dari Raja Abdullah. Selain itu Hakim Nazlan menegaskan bahwa Najib tidak mengonfirmasi 'donasi' dengan Arab Saudi

    “Terdakwa tidak meminta pejabat pemerintah, terutama dari Departemen Perdana Menteri, untuk mengonfirmasi keabsahan sumbangan dengan Arab Saudi,” ujar Hakim Nazlan, seperti dikutip dari Malaysia Kini, Selasa 28 Juli 2020.

    Pengadilan mengetahui bahwa MACC melakukan perjalanan ke Riyadh pada November 2015, untuk memperoleh pernyataan dari Pangeran Saud mengenai empat surat yang dikatakan ditandatangani olehnya. Surat itu mengklaim bahwa sumbangan 2,6 miliar Ringgit Malaysia diberikan kepada mantan perdana menteri Datuk Seri Najib Razak.

    “Mengenai surat yang diterima oleh Najib yang mengklaim bahwa dia menerima donasi dari Raja Abdullah, Pangeran Saud Abdulaziz (yang menulis surat kerajaan), tidak pernah merasa menulis pesan atas nama Raja Abdullah,” tegas Nazlan.

    "Dalam pandangan saya, bahkan pada titik ini, ketika terdakwa diberitahu tentang sumbangan yang akan datang dari Jho Low, terdakwa harus mengambil langkah-langkah untuk memverifikasi dan mengemukakan bukti informasi,” ucapnya.

    "Tidak ada perincian tentang sumbangan atau apakah akan datang dengan persyaratan. Apakah itu bantuan asing, hibah atau pinjaman? Terdakwa dapat mengambil ponselnya dan berkomunikasi terutama dengan menteri luar negerinya atau duta besar Saudi. Sebaliknya, terdakwa, sebagai PM, menerima konfirmasi sederhana dari Jho Low," ujar Hakim Nazlan.

    Hingga saat ini Jho Low masih buronan dan perburuan terhadapnya tidak membuahkan hasil. Low adalah seorang pengusaha yang dianggap memiliki kedekatan dengan Najib dan berpengaruh dalam proyek 1MDB.

    Najib Razak dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi melibatkan 1MDB. Putusan dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Malaysia, Selasa 28 Juli 2020.

    Najib sebelumnya didakwa dengan satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, tiga dakwaan pelanggaran pidana (CBT), dan tiga tuduhan pencucian uang.

    Semua tuduhan mencakup dana 42 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp143,8 miliar yang disalahgunakan dari SRC International Sdn Bhd, yang merupakan anak perusahaan 1MDB.

    Dia dihadapkan pada hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda karena penyalahgunaan kekuasaan. Kemudian ancaman penjara hingga 20 tahun penjara, cambuk dan denda karena tiga tuduhan CBT dan hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda atas tuduhan pencucian uang.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id