Kemenlu: 25.798 WNI ABK Telah Kembali ke Indonesia

    Marcheilla Ariesta - 26 Agustus 2020 21:53 WIB
    Kemenlu: 25.798 WNI ABK Telah Kembali ke Indonesia
    ABK WNI di Kapal Diamond Princess pulang ke Indonesia dan dikarantina. Foto: ANTARA.
    Jakarta: Sebanyak 25.798 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) telah kembali ke Tanah Air. Mereka merupakan salah satu yang terkena dampak akibat virus koron (covid-19).

    "Sebanyak 26.589 pelaut Indonesia bekerja di cruise ship di seluruh dunia. Hingga 25 Agustus 2020, sebanyak 25.798 orang sudah kembali ke Indonesia," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, dalam webinar Seafarers Talk: Repatriation and International Cooperation during Covid-19 Pandemic' yang diselenggarakan KBRI London, Rabu, 26 Agustus 2020.

    Judha menambahkan, kemungkinan angka pelaut Indonesia di luar negeri lebih banyak dari yang tercatat. Dia juga menuturkan jika para pelaut tersebut berada di 38 negara, termasuk perairan teritorial dan internasional. 

    "Ada tiga perusahaan dengan jumlah WNI yang banyak bekerja sebagai ABK, yakni Carnival Corps sebanyak 12.368, Royal Caribbean Cruise 7.068, dan MSC Group 1.807," ungkapnya.

    Judha tidak memungkiri jika ada 185 WNI terinfeksi virus korona (covid-19) yang tersebar di berbagai wilayah tersebut. Dari angka tersebut, enam orang meninggal, 152 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya masih dalam perawatan.

    Untuk pemulangan para ABK ini, kata Judha terbagi dalam dua kelompok, yakni melalui repatriasi mandiri, dan juga repatriasi pemerintah. Untuk yang repatriasi mandiri, mereka kembali dengan uang sendiri atau perusahaan tempat mereka bekerja.

    Namun, untuk pemulangan atau repatriasi dari pemerintah, dilakukan kepada yang benar-benar mendesak dan membahayakan nyawa. Salah satu contohnya adalah para ABK yang bekerja di kapal Diamond Princess.

    Kapal tersebut menjadi salah satu hotspot kala itu karena banyak penumpang dan kru kapal yang terinfeksi covid-19.

    Sementara itu, imbuh Judha, proses pemulangan juga harus mengikuti protokol kesehatan. "Protokol kesehatan ini sangat penting dan wajib ditaati siapa pun, termasuk para pelaut Indonesia," tuturnya.

    Kegiatan webinar ini diselenggarakan oleh KBRI London dengan tujuan saling berbagi pengalaman antara Indonesia dan Inggris, serta dengan organisasi internasional untuk cara repatriasi yang aman di saat pandemi.

    Kuasa Usaha KBRI London, Adam Tugio menuturkan, kerja sama internasional, baik secara bilateral dan multilateral sangat penting dalam situasi saat ini. Dia tak memungkiri banyak sekali tantangan yang dihadapi untuk melakukan repatriasi para pelaut.

    Dalam webinar ini, hadir juga Wakil Tetap Inggris untuk Organisasi Maritim Internasional, Kate Ware, Direktur Lalu Lintas Laut Kementerian Perhubungan RI, Kapten Antoni Arif Priadi dan pembicara lainnya.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id