Temui Kekasih saat Pandemi, Warga Singapura Diancam Denda Rp100 Juta

    Fajar Nugraha - 22 Mei 2020 17:10 WIB
    Temui Kekasih saat Pandemi, Warga Singapura Diancam Denda Rp100 Juta
    Renukha Arumugam terancam denda akibat langgar atura pemutus siklus covid-19. Foto: Channel News Asia
    Singapura: Seorang perempuan Singapura didakwa di pengadilan setelah diduga meninggalkan rumahnya dua kali untuk bertemu kekasihnya selama periode ‘pemutus siklus’ covid-19. Dia dianggap sudah melakukan pelanggaran.

    Renukha Arumugam, 30, didakwa pada Jumat 22 Mei dengan lima tuduhan di bawah Undang-Undang Tindakan Sementara Covid-19 tahun 2020.

    Pelanggaran itu termasuk dua tuduhan pertemuan individu bukan dari rumah  untuk tujuan sosial. Kemudian dua pelanggaran meninggalkan rumah tanpa alasan yang masuk akal dan satu tuduhan tidak mengenakan masker dengan benar ketika berada di luar.

    Dokumen pengadilan tidak menunjukkan bagaimana dia ditangkap. Menurut lembar dakwaan, dia meninggalkan rumahnya tiga kali: Dua kali bertemu pacarnya dan ketiga kalinya bertemu seorang teman.

    Sekitar jam 3.00 pagi pada 12 April, dia diduga meninggalkan flat Jurong West untuk bertemu pacarnya di bangku batu di depan Block 713, Clementi West Street 2. Lima hari kemudian, ia diduga meninggalkan flatnya lagi pada pukul 12.30 siang pada 17 April juga untuk bertemu kekasihnya di Block 713, Clementi West Street 2.

    Arumugam juga dituduh tidak mengenakan masker di hidung dan mulutnya di pintu masuk tempat parkir di Block 724, Clementi West Street 2 pada pukul 13:30 pada hari yang sama.

    Dia menghadapi tuduhan kelima bertemu individu lain, yang tidak disebutkan, dari rumah tangga yang berbeda pada pukul 10.50 pada 29 April di Block 433, Jurong West Street 41.

    Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia bertemu orang ini, seorang teman, untuk pergi ke supermarket. Arumugam mengatakan kepada pengadilan bahwa dia ‘benar-benar menyesal atas tindakannya’ dan tidak bermaksud melanggar hukum.

    "Saya menganggur, jadi jika Anda akan memberi saya denda yang berat, saya tidak bisa membayar," kata Renukha, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat 22 Mei 2020.

    Renukha akan kembali ke pengadilan pada 10 Juni untuk mengaku bersalah. Dirinya menghadapi ancaman penjara maksimum enam bulan, denda hingga 10.000 dolar Singapura atau sekitar Rp100 juta keduanya per biaya. Atau bahkan dihadapkan pada dua hukuman tersebut sekaligus.




    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id