comscore

Pandemi, Perang dan Bencana Alam Beri Efek Menghancurkan Bagi Dunia

Marcheilla Ariesta - 25 Mei 2022 15:03 WIB
Pandemi, Perang dan Bencana Alam Beri Efek Menghancurkan Bagi Dunia
Deputi Sekretaris Jenderal PBB Armina Jane Mohammed (dua kiri) bersama Presiden Jokowi (dua kanan) di acara GPDRR ke-7 di Bali, Rabu, 25 Mei 2022. (GPDRR)
Bali: Sejak pandemi Covid-19 berlangsung dua tahun lalu, rentetan peristiwa besar lain seperti perang dan bencana alam memperparah kondisi global. Kondisi semacam ini memberi efek 'menghancurkan' bagi warga miskin dan orang yang paling rentan di seluruh dunia.

Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir adalah serangan Rusia di Ukraina. Peperangan ini berimbas pada meroketnya harga bahan makanan dan energi di kancah global.
"Di saat yang sama, kita menghadapi ancaman terus-menerus dari bencana lain. Dan jika keadaan seperti itu terus berlanjut, kita akan mengalami 1,5 bencana skala menengah hingga besar setiap hari di tahun 2030," ucap Deputi Sekretaris Jenderal PBB Armina Jane Mohammed dalam pembukaan forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Bali, Rabu, 25 Mei 2022.

Ia menuturkan, bencana mendatangkan malapetaka dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Karenanya, GPDRR ke-7 ini membawa agenda yang memberikan kesempatan dunia untuk mempertimbangkan opsi terbaik untuk beralih dari risiko ke ketahanan.

"Melalui GPDRR, kita dapat mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan bahwa pemulihan dari Covid-19 membawa kita kembali di jalur masa depan yang aman dan berkelanjutan," ucap Armina.

Menurutnya, untuk mencapai agenda 2030 dan 17 tujuan SDGs, kita harus mengamankan koherensi dan implementasi yang lebih baik dari hubungan pembangunan kemanusiaan. Ini berarti harus meningkatkan tata kelola risiko.

Armina menambahkan, saat ini banyak upaya sedang dilakukan pemerintah dunia, tapi belum ada kerangka kerja tata kelola risiko yang memadai, baik dari pandemi global, atau tsunami dan bencana lainnya.

Dalam laporan penilaian global 2022 baru-baru ini di New York, disampaikan mengenai cara sistem tata kelola dapat berkembang untuk mengatasi risiko sistemik. Hal ini, kata dia, memperjelas bahwa dunia penuh ketidakpastian, pemahaman dan pengurangan risiko adalah hal mendasar untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Baginya, penting untuk berinvestasi dalam kemampuan data yang lebih kuat untuk memastikan tidak ada yang tertinggal melalui instrumen multilateral baru.

"Kami ingin mendukung ekosistem data yang dapat mengantisipasi, mencegah dan merespons risiko yang kompleks dengan lebih baik sebelum berubah menjadi bencana besar," tuturnya.

"Investasi semacam itu akan membantu kita untuk menavigasi risiko yang kompleks lebih awal, lebih cepat, dan dengan cara yang lebih tepat sasaran dan efisien," sambungnya.

Negara-negara kurang berkembang dan negara berkembang di pulau kecil juga perlu diperhatikan. Pasalnya, mereka paling menderita saat bencana melanda.

Armina mengajak komunitas internasional untuk bekerja sama dalam mencegah dan mengurangi risiko bencana di negara-negara paling rentan, terutama kepada perempuan dan anak perempuan, penyandang disabilitas, orang miskin, yang terpinggirkan dan terisolasi.

GPDRR merupakan kegiatan yang diselenggarakan tiga tahun sekali dengan agenda khusus di bidang kebencanaan. Tema GPDRR tahun ini, yaitu 'From Risk to Resilience: Towards Sustainable Development for All in a Covid-19 Transformed World.'

Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan kali ini. Dan jadi yang pertama kali dilakukan di Asia. GPDRR akan berlangsung dari 23-28 Mei 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Baca:  PBB Apresiasi Indonesia atas Keberhasilan Vaksinasi 270 Juta Penduduk

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id