Banjir di Kamboja Sejak Awal Oktober Tewaskan 11 Orang

    Willy Haryono - 11 Oktober 2020 18:05 WIB
    Banjir di Kamboja Sejak Awal Oktober Tewaskan 11 Orang
    Vietnam menjadi satu dari sejumlah negara di Asia Tenggara yang dilanda banjir di tengah musim hujan pada Oktober 2020. (Vietnam News Agency/AFP)
    Phnom Penh: Banjir yang melanda Kamboja sejak awal Oktober telah menewaskan sedikitnya 11 orang. Banjir yang terjadi di tengah musim hujan ini diperburuk kedatangan sebuah bada tropis pekan kemarin.

    "Dari 11 korban tewas, 10 dikabarkan tenggelam dan satunya lagi tersambar petir," kata juru bicara Komite Nasional Penanggulangan Bencana Kamboja, Khun Sokha, dikutip dari laman The Washington Post pada Minggu, 11 Oktober 2020.

    Sokha mengatakan, ratusan keluarga di area terdampak bencana telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Jumat kemarin, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen memerintahkan otoritas lokal untuk memobilisasi bantuan ke masyarakat terdampak banjir.

    Salah satu area terdampak banjir adalah provinsi Battambang. Sejumlah orang lanjut usia dan anak-anak kecil terlihat berpegangan ke ban karet di tengah upaya penyelamatan oleh polisi dan prajurit Kamboja.

    Ratusan keluarga di tiga provinsi Kamboja -- Pursat, Battambang dan Pailin -- telah mengungsi di tengah hujan deras.

    "Seorang anak berusia dua tahun dan pria 57 tahun tewas tenggelam," kata Seak Vichet, jubir lainnya dari Komite Nasional Penanggulangan Bencana Kamboja kepada media AFP pada Sabtu malam.

    Otoritas Kamboja belum mendapat gambaran jelas mengenai skala kerusakan dalam musibah banjir terbaru. Banjir di Kamboja diestimasi telah merendam lebih dari 33 ribu rumah dan memaksa sekitar 26 ribu warga mengungsi.

    Di Vietnam, jalan raya penghubung Vietnam utara ke selatan tergenang banjir. Sementara sejumlah maskapai membatalkan jadwal penerbangan domestik karena buruknya kondisi cuaca.

    Gubernur provinsi Nakhon Ratchasima di Thailand, Vichien Chantaranothai, mengatakan bahwa distrik Pak Chong merupakan yang terparah dilanda banjir. Ia  mengatakan banjir telah merendam sekitar 200 rumah, dan membuat 12 ribu orang mengungsi.

    "Ketinggian air banjir mencapai tiga meter di beberapa tempat," kata Chantaranothai kepada awak media.

    Sementara di Laos, banjir juga telah merusak sejumlah desa dan lahan pertahanan di sepanjang sungai Xepon dan Xebanghieng di provinsi Savannakhet. Curah hujan di Laos diperkirakan masih relatif tinggi dalam beberapa hari terakhir.

    Baca:  Banjir Luapan Sungai Mekong Kamboja Tewaskan 16 Orang


    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id