Myanmar Berpotensi Dilanda Gelombang Ketiga Covid-19

    Willy Haryono - 05 Mei 2021 09:03 WIB
    Myanmar Berpotensi Dilanda Gelombang Ketiga Covid-19
    Demonstran Myanmar mengacungkan gestur tiga jari dalam demo menentang kudeta militer di kota Yangon pada 2 Mei 2021. (AFPTV / AFP)



    Yangon: Saat beberapa negara tetangga tengah dilanda lonjakan kasus Covid-19, otoritas kesehatan Myanmar khawatir gelombang ketiga virus tersebut dapat menerjang sewaktu-waktu. Kekhawatiran didasarkan pada intensitas aksi protes menentang kudeta militer yang sering menimbulkan kerumunan.

    India mencatat lebih dari 300 ribu infeksi Covid-19 pada setiap harinya, sementara Thailand tengah menghadapi gelombang ketiga.






    Dr. Khin Khin Gyi, juru bicara Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar, memperingatkan bahwa gelombang ketiga Covid-19 mungkin saja terjadi. Risiko ke arah sana dinilainya meningkat sejak terjadinya kudeta militer pada 1 Februari lalu.

    "Ada kemungkinan gelombang ketiga. Mungkin saja saat ini ada wabah di tengah kerumunan warga," kata Khin Khin Gyi, dilansir dari laman Radio Free Asia pada Selasa, 4 Mei 2021.

    "Lebih dari 60 persen pasien terinfeksi (Covid-19) tidak memperlihatkan gejala. Saat mereka dites, baru diagnosis infeksinya diketahui," sambung dia.

    Selasa kemarin, Kemenkes Myanmar mencatat tambahan 16 kasus baru Covid-19, yang menjadikan totalnya sejauh ini mencapai 142.858. Sementara angka kematian akibat Covid-19 di Myanmar bertahan di angka 3.209.

    Sejak kudeta militer, sebagian besar dokter dan perawat di Myanmar bergabung dalam Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) dalam menentang junta. Sebagian besar dari mereka juga melakukan boikot terhadap program vaksinasi Covid-19.

    Myanmar telah menerima 3,5 juta vaksin Covid-19 dari India pada akhir Januari lalu. Pengiriman tersebut merupakan kerja sama antara Tiongkok dengan pemerintahan sipil Myanmar di bawah Aung San Suu Kyi.

    Namun Suu Kyi telah ditahan oleh junta militer di awal kudeta. Program vaksinasi Covid-19 yang dirancang sejak awal pun tidak berjalan optimal.

    Baca:  Donasi Vaksin Covid-19 dari Tiongkok Tiba di Myanmar

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id