Pengacara: Aung San Suu Kyi Terlihat Sehat

    Fajar Nugraha - 31 Maret 2021 20:04 WIB
    Pengacara: Aung San Suu Kyi Terlihat Sehat
    Aung San Suu Kyi hingga saat ini masih ditahan oleh pihak militer Myanmar. Foto: AFP



    Yangon: Pemimpin Myanmar yang digulingkan, Aung San Suu Kyi tampak dalam keadaan sehat. Hal ini disampaikan oleh pengacaranya melalui pertemuan video pada Rabu 31 Maret 2021.

    Peraih Nobel Perdamaian itu telah ditahan sejak militer merebut kekuasaan melalui kudeta pada 1 Februari. Suu Kyi mengungkapkan ingin bertemu dengan pengacara secara langsung dan tidak setuju untuk melakukan diskusi luas melalui video di hadapan polisi.






    “Amay (Aung San Suu Kyi) terlihat sehat, kulitnya bagus,” kata pengacara, Min Min Soe, menggunakan istilah yang berarti ‘ibu’ merujuk pada Aung San Suu Kyi.

    “Hanya kasus hukum terhadapnya yang diajukan sejak kudeta yang dibahas selama konferensi video,” kata pengacara itu.

    Aung San Suu Kyi yang kini berusia 75 tahun, ditangkap pada hari yang sama ketika militer merebut kekuasaan dan menghadapi dakwaan termasuk mengimpor enam radio genggam secara ilegal dan melanggar protokol virus korona.

    Militer juga menuduhnya melakukan penyuapan dalam dua konferensi pers baru-baru ini.

    Pengacaranya mengatakan tuduhan itu dibuat-buat dan menganggap tuduhan penyuapan sebagai lelucon. Sidang berikutnya dalam kasusnya adalah pada Kamis.

    Militer merebut kekuasaan dengan mengatakan bahwa pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi adalah penipuan. Komisi pemilihan mengatakan pemungutan suara itu adil.

    Myanmar berada dalam kekacauan sejak aturan militer diberlakukan kembali setelah satu dekade langkah tentatif menuju demokrasi.

    “Setidaknya 521 warga sipil telah tewas dalam protes. 141 di antaranya pada Sabtu, hari paling berdarah dari kerusuhan,” menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu 31 Maret 2021.

    Baku tembak baru

    Pertempuran baru juga terjadi antara tentara dan pemberontak etnis minoritas di daerah perbatasan. Pengungsi yang melarikan diri dari kekacauan sedang mencari perlindungan di negara tetangga.

    AAPP mengatakan, delapan orang lagi tewas pada Selasa. Korban tewas ditembak ketika ribuan orang keluar untuk melakukan aksi protes di beberapa kota.

    “Ada juga protes baru yang diterangi cahaya lilin semalam di beberapa kota yang melanggar jam malam dan setidaknya satu pawai subuh pada Rabu,” media setempat melaporkan.

    Ada keprihatinan yang berkembang di banyak negara tentang prospek negara yang tidak ada tanda-tanda jalan keluar dari krisis. Junta belum menerima tawaran dari tetangganya di Asia Tenggara untuk membantu menemukan solusi.

    Amerika Serikat pada Selasa memerintahkan pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk keluar dari Myanmar. Perintah dikeluarkan karena kekhawatiran atas kerusuhan sipil.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id