Dubes Inggris Pastikan AUKUS Tidak Mengarah ke Senjata Nuklir

    Marcheilla Ariesta - 22 September 2021 17:05 WIB
    Dubes Inggris Pastikan AUKUS Tidak Mengarah ke Senjata Nuklir
    Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins berbicara mengenai AUKUS secara virtual pada Rabu, 22 September 2021. (Kedutaan Besar Inggris/PSGD Paramadina)



    Jakarta: Indonesia menjunjung tinggi konvensi hukum laut internasional (UNCLOS 1982) dalam melindungi perdamaian dan kestabilan di kawasan Asia Pasifik. Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins mengatakan, dengan dasar yang sama itu, London menyetujui pakta pertahanan dengan Australia dan Amerika Serikat (AS) yang dinamakan AUKUS.

    "Saya pikir ini adalah elemen yang sangat penting, elemen kunci bagi kita semua untuk memastikan bahwa kemampuan dan keamanan di seluruh wilayah Indo-Pasifik dilindungi," kata Jenkins dalam diskusi yang diselenggarakan PSGD Paramadina, Rabu, 22 September 2021.

     



    "Saya akan memastikan bahwa kesepakatan AUKUS sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional," tegasnya.

    "Kesepakatan kami sangat jelas tidak akan mengarah pada proliferasi senjata nuklir. Ini bukan transfer teknologi senjata," sambung Jenkins.

    Baca:  Dukung Sentralitas ASEAN, Australia Tegaskan Tak Berusaha Miliki Senjata Nuklir

    Ia percaya perjanjian tersebut akan berkontribusi pada keamanan dan stabilitas regional serta internasional. Jenkins menegaskan, stabilitas akan tercipta dengan baik jika negara-negara saling bekerja sama dalam mendukung norma-norma internasional.

    "Itulah yang ingin kami lakukan dengan AUKUS," seru Jenkins.

    Menurutnya, AUKUS merupakan kemitraan jangka panjang karena memiliki proses yang juga panjang. Ia menjelaskan, pakta tersebut akan menjadi sesuatu yang berkembang dari waktu ke waktu.

    AUKUS adalah pakta pertahanan yang fokus pada kapabilitas militer AS, Australia, dan Inggris. Pakta ini meliputi elemen perang siber, kepintaran buatan (AI), kemampuan bawah laut, dan juga teknologi nuklir.

    AUKUS dipandang sebagai sebuah pakta yang tidak sejalan dengan komitmen non-proliferasi nuklir, atau janji untuk tidak membuat atau menyebarkan senjata nuklir.

    Dalam kesepakatan AUKUS, Australia akan mendapat bantuan dari AS dan Inggris untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir.

    Komunitas internasional meyakini AUKUS sebagai salah satu upaya menghadapi pengaruh Tiongkok di kawasan. Namun, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menegaskan AUKUS tidak ditujukan untuk menghadapi Negeri Tirai Bambu.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id