Seminggu Lebih Dirawat, Pedemo Penentang Kudeta Myanmar Meninggal

    Fajar Nugraha - 19 Februari 2021 14:57 WIB
    Seminggu Lebih Dirawat, Pedemo Penentang Kudeta Myanmar Meninggal
    Polisi Myanmar yang mengarahkan tembakan ke pedemo penentang kudeta. Foto: AFP



    Yangon: Seorang wanita berusia 20 tahun yang ditembak di kepala minggu lalu ketika polisi mencoba membubarkan pengunjuk rasa anti kudeta di ibu kota Myanmar, dikabarkan meninggal pada Jumat 19 Februari 2021. Kabar ini dipastikan oleh saudara laki-lakinya.

    Baca: Demonstran Myanmar Kritis usai Terkena Peluru Tajam di Kepala.




    "Saya merasa sangat sedih dan tidak punya apa-apa untuk dikatakan," kata Ye Htut Aung, berbicara melalui telepon, seperti dikutip Channel News Asia.

    Kematiannya juga dikonfirmasi oleh rumah sakit tempat dia dirawat.

    "Kami memastikan kematiannya pada pukul 11.00 ??pagi. Kami telah mengirim tubuhnya untuk diperiksa,” kata seorang dokter, yang menolak disebutkan namanya.

    Mya Thwate Thwate Khaing telah menjalani perawatan dengan menggunakan alat pendukung hidup sejak 9 Februari. Saat itu dia dilarikan ke rumah sakit setelah terkena peluru tajam pada protes di ibu kota Naypyidaw.

    Pekerja toko bahan makanan itu termasuk di antara ratusan ribu orang di seluruh negeri yang turun ke jalan karena marah atas penggulingan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta militer. Aung San Suu Kyi dan tokoh senior lainnya dari partai yang berkuasa ditahan dalam penggerebekan dini hari.

    Kudeta terjadi setelah berhari-hari ketegangan yang meningkat antara pemerintah sipil dan militer yang kuat yang menimbulkan ketakutan akan kudeta setelah pemilu yang menurut tentara curang.

    Mya Thwate Thwate Khaing, satu-satunya pengunjuk rasa yang terbunuh sejak dimulainya kudeta, sekarang menjadi perhatian di seluruh Myanmar. Penderitaannya telah mendapatkan perhatian internasional.

    Juru bicara militer yang menjadi wakil menteri informasi Zaw Min Tun mengonfirmasi minggu ini bahwa dia telah ditembak. Zaw mengatakan pihak berwenang akan terus menyelidiki kasus tersebut.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id