Langgar Prosedur Covid-19, Mahathir Mohamad Minta Maaf

    Fajar Nugraha - 12 Mei 2021 16:14 WIB
    Langgar Prosedur Covid-19, Mahathir Mohamad Minta Maaf
    Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Foto: AFP



    Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad meminta maaf karena melanggar prosedur operasi standar (SOP) covid-19. Pelanggaran dilakukan dalam acara amal di Langkawi, Kedah baru-baru ini.

    Dalam sebuah pernyataan Rabu 12 Mei 2021, Mahathir mengatakan bahwa dia akan menerima hukuman apa pun yang dijatuhkan sesuai dengan hukum. Dirinya menambahkan bahwa kepatuhan terhadap SOP tidak boleh dianggap enteng untuk membantu mengekang penyebaran virus korona di Negeri Jiran.

     



    “Pada 8 Mei, saya kembali ke Langkawi untuk meresmikan beberapa acara amal sehubungan dengan bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri yang akan datang di daerah pemilihan saya,” sebut Mahathir, seperti dikutip Malay Mail.

    “Saya diberi tahu bahwa di salah satu acara saya, saya telah melanggar SOP karena suhu tubuh saya tidak diukur sebelum masuk masjid,” ucapnya.

    “Ini adalah kesalahan. Ini seharusnya tidak terjadi. Saya minta maaf karena tidak mematuhi SOP, ”ujarnya.

    Baru-baru ini, video berdurasi 150 detik Dr Mahathir dan rombongannya memasuki Tsunami Surau Batu Arang di Kuala Teriang, Kuah menjadi viral. Video memperlihatkan Mahathir memasuki gedung, setelah melepas sepatunya tanpa diperiksa suhunya.

    Batasan pergerakan

    Seluruh Malaysia akan kembali ditempatkan di bawah perintah kontrol gerakan (MCO). Menurut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, ketentuan ini dilakukan di tengah gelombang ketiga kasus covid-19.
     
    Menurut PM Muhyiddin, kunjungan rumah dan kunjungan makam selama perayaan Hari Raya Idulfitri yang akan datang akhir pekan ini termasuk di antara kegiatan yang dilarang.
     
    “Pemerintah telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih keras untuk mengekang penyebaran virus korona di masyarakat dan untuk mencegah kasus meningkat tajam,” tegas Muhyiddin, seperti dikutip Bernama, Selasa 11 Mei 2021.

    Di bawah MCO, semua bentuk pertemuan sosial termasuk pernikahan dan jamuan makan dilarang. Semua institusi pendidikan ditutup, sedangkan pusat penitipan anak diizinkan beroperasi berdasarkan prosedur operasi standar.
     
    Makan di restoran tidak akan diizinkan. Satu mobil hanya bisa memuat tiga orang, termasuk pengemudinya.
     
    Salat Idulfitri diperbolehkan dengan batas 50 orang untuk masjid dan surau dengan kapasitas melebihi 1.000, kata perdana menteri. Batas maksimal 20 orang berlaku untuk mereka yang berkapasitas lebih rendah.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id