comscore

Menlu Retno Jelaskan Prioritas Presidensi G20 Indonesia di Pertemuan G7

Willy Haryono - 12 Desember 2021 22:06 WIB
Menlu Retno Jelaskan Prioritas Presidensi G20 Indonesia di Pertemuan G7
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Twitter/Menlu_RI)
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengikuti pertemuan jajaran menlu Group of Seven (G7) sebagai salah satu tamu undangan. Inggris, selaku tuan rumah pertemuan G7 di Liverpool ini, meminta Indonesia menjelaskan seputar prioritas presidensi G20 tahun depan.

"Prioritas presidensi Indonesia di G20 yaitu penguatan arsitektur kesehatan global, transisi energi dan transformasi digital," ujar Menlu Retno yang mengikuti pertemuan G7 secara virtual dari Jakarta, Minggu, 12 Desember 2021.
"Dalam kaitan ini, saya menyampaikan harapan agar negara-negara G7 memberikan dukungan penuh pada presidensi Indonesia di G20," sambungnya.

Terkait poin pertama prioritas presidensi G20 Indonesia, yaitu penguatan arsitektur kesehatan global, Menlu Retno menyampaikan apresiasi kepada negara-negara G7 atas dukungan terhadap COVAX, skema berbagi vaksin Covid-19. Melalui COVAX, G7 berusaha mengurangi ketimpangan pasokan vaksin yang cukup lebar antara negara-negara maju dan berkembang.

Menlu Retno menilai G7 dapat memainkan peran penting di kancah global dalam mempersempit kesenjangan tersebut. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah memastikan kesetaraan akses dan memperkuat rantai pasok kesehatan global, termasuk melalui TRIPS waiver untuk mendukung produksi vaksin lokal dan solusi medis kritikal.

Baca:  ASEAN Ajak G7 Percepat Pemulihan Sosial Ekonomi Berkelanjutan

Untuk upaya jangka panjang, Menlu Retno menyampaikan dua poin utama kepada G7. "Pertama, memperkuat dukungan finansial terhadap kesiapsiagaan pandemi. Negara berkembang memerlukan dukungan finansial yang lebih berkelanjutan dan tidak sekedar ad-hoc. Isu ini juga menjadi salah satu prioritas presidensi Indonesia di G20," ucapnya.

Ia menambahkan, Indonesia berharap agar Gugus Tugas Gabungan Kesehatan-Keuangan G20 dapat berhasil dalam menjajaki modalitas bagi terciptanya mekanisme dukungan yang lebih baik.

"Hal kedua adalah pentingnya memastikan terbentuknya traktat pandemi yang baru," tutur Menlu Retno. Dalam Sesi Khusus World Health Assembly beberapa waktu yang lalu, inisiatif ini memperoleh dukungan yang sangat luar biasa.

Kepada ASEAN dan G7, Menlu Retno menyampaikan harapan agar semua anggota dua grup ini dapat mendukung inisiatif tersebut.

"Indonesia akan berkontribusi secara konstruktif agar proses negosiasinya inklusif, transparan, dan efisien," ungkap Menlu Retno.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id