comscore

Indonesia Apresiasi Dukungan Denmark terhadap Penghapusan Diskriminasi Sawit

Willy Haryono - 22 November 2021 14:45 WIB
Indonesia Apresiasi Dukungan Denmark terhadap Penghapusan Diskriminasi Sawit
Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers bersama Menlu Denmark Jeppe Kofod di Kemenlu RI, Jakarta, Senin, 22 November 2021. (Kemenlu RI)
Jakarta: Denmark merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, termasuk dalam komoditas kelapa sawit berkelanjutan. Sebelum pandemi Covid-19, nilai perdagangan sawit Indonesia-Denmark berada dalam tren positif, yakni USD39,2 juta di tahun 2015 menjadi USD73,5 juta pada 2019.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Indonesia-Denmark sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang kelapa sawit.

 



"Kami sepakat melanjutkan kontribusi positif minyak sawit berkelanjutan terhadap pemulihan ekonomi," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers gabungan bersama Menlu Denmark Jeppe Kofod di Kemenlu RI, Jakarta, Senin, 22 November 2021.

"Saya mengapresiasi Denmark atas dukungannya terhadap penghapusan diskriminasi produk pertanian Indonesia, terutama minyak sawit," lanjutnya.

Selama ini Indonesia terus berjuang melawan diskriminasi perlakuan sejumlah negara, terutama di benua Eropa, terhadap produk sawit RI. Sejumlah negara Eropa dinilai berlaku tidak adil terhadap sawit Indonesia di bawah dasar tudingan adanya perusakan lingkungan.

Indonesia merasa perlu melawan kampanye negatif ini karena dapat berdampak ke segala aspek, terutama kesejahteraan masyarakat yang bergantung hidup pada sawit.

Tidak semua negara Eropa melakukan diskriminasi ini. Beberapa negara di benua Eropa justru mendukung Indonesia, termasuk Denmark dan juga Belanda.

Baca:  Menlu RI Bahas Kelapa Sawit dengan Menlu Belanda

Hari ini, Menlu Denmark melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dengan membawa 13 pebisnis untuk menggali potensi kerja sama. Di Kemenlu RI, Menlu Kofod dan Menlu Retno telah menandatangani dua perjanjian kerja sama.

Dua perjanjian itu adalah Indonesia-Denmark Plan of Action (POA): A Sustainable Strategic Partnership for the Future for the period of 2021-2024 dan Infrastructure Projects Financing.

Penandatanganan dua kesepakatan hari ini merupakan wujud nyata dari kemitraan strategis Indonesia-Denmark yang didasarkan pada sama-sama saling menghormati dan menguntungkan.

"Kami optimistis perjanjian POA dapat menghasilkan lebih banyak kolaborasi konkret antar kedua negara," tutur Menlu Retno.


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id