Virus Korona

    Pendatang dari Tujuh Negara Eropa Dilarang Masuk ke Indonesia

    Marcheilla Ariesta - 17 Maret 2020 17:12 WIB
    Pendatang dari Tujuh Negara Eropa Dilarang Masuk ke Indonesia
    Menlu Retno Marsudi umumkan larangan masuk bagi pendatang, mencegah virus korona. Foto: Dok.Kemenlu
    Jakarta: Kementerian Luar Negeri menambah daftar negara yang masuk dalam penundaan perjalanan untuk mencegah berkembangnya virus korona covid-19. Para pendatang atau pelancong yang dalam 14 hari terakhir berkunjung ke negara-negara tersebut tidak diizinkan masuk atau transit ke Indonesia.

    Baca: Pendatang dari 3 Negara Terimbas Korona Dilarang Masuk ke Indonesia.

    "Negara-negara tersebut adalah Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, dan Inggris," tutur Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan pers di Jakarta, Selasa 17 Maret 2020.

    Daftar tersebut menambah larangan sebelumnya yang juga meliputi, Tiongkok dan Korea Selatan. Kebijakan terhadap Tiongkok, kebijakan untuk Korea Selatan mengenai pembatasan perjalanan masih berlaku. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Menlu Retno pada 2 Februari dan Permenkumham Nomor 7 tahun 2020 tentang pemberian visa dan izin tinggal dalam upaya pencegahan masuknya virus korona.

    Berdasarkan Permenkumham itu, pemberian bebas Visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan dihentikan sementara bagi Orang Asing yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi wilayah Tiongkok dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk wilayah Negara Republik Indonesia. 

    Adapun Menlu Retno mengatakan, pemerintah Indonesia terus mencermati laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait perkembangan penyebaran covid-19. Dia menambahkan jika pemerintah mengimbau masyarakat Indonesia untuk membatasi bepergian ke luar negeri, kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesat dan tidak dapat ditunda.

    Para WNI yang sedang bepergian ke luar negeri diminta untuk segera kembali ke Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar WNI tidak mengalami kesulitan penerbangan lebih jauh lagi.

    "Sejumlah negara saat ini telah memberlakukan kebijakan pembatasan lalu lintas orang. Oleh karena itu, semua warga negara Indonesia diminta untuk terus mencermati informasi di aplikasi Safe Travel atau menghubungi hotline perwakilan RI terdekat," imbuh Retno.

    Selain itu, terkait dengan pendatang asing dari semua negara, Pemerintah Indonesia memutuskan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK), Visa Kunjungan saat Kedatangan (Visa on Arrival) dan Bebas Visa Diplomatik atau Dinas ditangguhkan. Penangguhan diberlakukan selama satu bulan.

    "Oleh karena itu, setiap orang asing yang akan berkunjung ke Indonesia diharuskan memiliki Visa dari Perwakilan RI sesuai dengan maksud dan tujuan kunjungan," tutur Retno.

    "Pada saat pengajuan visa harus melampirkan surat keterangan sehat atau health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara," tambah eks Duta Besar RI untuk Belanda tersebut.

    Retno menambahkan, semua pendatang wajib mengisi dan menyerahkan kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card) ke Kantor Kesehatan Pelabuhan sebelum ketibaan di pintu masuk Bandara Internasional Indonesia.

    "Jika dari riwayat perjalanan menunjukkan bahwa dalam 14 hari terakhir yang bersangkutan pernah berkunjung ke negara-negara tersebut, maka yang bersangkutan dapat ditolak masuk ke Indonesia," serunya.

    Bagi WNI yang berkunjung ke negara-negara yang disebutkan sebelumnya, akan dilakukan pemeriksaan tambahan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan di Indonesia.

    "Perpanjangan izin tinggal bagi pendatang asing yang saat ini berada di Indonesia dan sudah habis masa berlakunya, maka pengaturannya dilakukan sesuai dengan Permenkumham No. 7 tahun 2020," imbuhnya.

    Para pemegang KITAS/KITAP serta izin tinggal diplomatik yang saat ini tengah berada di luar negeri, maka pengaturannya juga sesuai dengan Permenkumham No. 7 tahun 2020.

    "Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Jumat  20 Maret pukul 00.00 WIB," tegasnya.

    Kebijakan tersebut, tutur Retno, bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan.

    Korban virus korona terkonfirmasi di seluruh dunia hingga saat ini mencapai 182.424 jiwa. Sementara korban tewas mencapai 7.155 jiwa dan yang berhasil sembuh mencapai 79.433 orang.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id