Anwar Ibrahim Disebut Terlalu Berambisi Jadi Perdana Menteri Malaysia

    Fajar Nugraha - 24 September 2020 17:06 WIB
    Anwar Ibrahim Disebut Terlalu Berambisi Jadi Perdana Menteri Malaysia
    Anwar Ibrahim klaim mendapat dukungan untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia. Foto: AFP
    Petaling Jaya: Pengumuman pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim yang mengklaim memiliki mayoritas untuk membentuk pemerintahan baru, disambut dengan banyak sinisme. Wakil Menteri Wilayah Federal  Edward Santhara Kumar, menilai Anwar bermaksud sabotase pemulihan ekonomi.

    Santhara meragukan niat Anwar, karena bursa Malaysia (FTSE Russell) akan memutuskan apakah akan segera mempertahankan obligasi Malaysia dalam daftar Indeks Obligasi Pemerintah Dunia (WGBI).

    “Timbul pertanyaan, apakah ini upaya sabotase oleh Anwar terkait apa yang dilakukan pemerintah Perikatan Nasional dalam upaya memulihkan perekonomian dengan segala cara. Apa yang Anwar capai setelah diumumkan Rabu 23 September?,” tanya Santhara, seperti dikutip The Star, Kamis 24 September 2020.

    Baca: Anwar Ibrahim Banyak Didukung Politikus Partai Musuh.

    Dia menambahkan bahwa pengumuman Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) telah membuat takut investor dan sentimen pasar. Menurut Santhara Negeri Jiran sekarang mungkin menghadapi risiko kehilangan sekitar RM33 miliar jika FTSE Russell mengeluarkan Malaysia dari WGBI.

    Dia mencatat bahwa FTSE Russell telah memutuskan untuk mempertahankan obligasi Malaysia di WGBI pada September tahun lalu, tetapi sedang memantau situasi dan kemungkinan akan memutuskan apakah akan mempertahankan Malaysia pada WGBI Kamis.

    Santhara juga mengatakan bahwa pengumuman Anwar datang pada saat Perdana Menteri Muhyiddin Yassin meluncurkan program bantuan tunai RM7 miliar di bawah Bantuan Prihatin Nasional (BPN) 2.0 untuk membantu rakyat dan pemulihan ekonomi bangsa.

    Dia menegur Anwar karena mengancam upaya pemulihan ekonomi bangsa hanya karena nafsu menjadi perdana menteri.

    “Rakyat harus mengevaluasi sendiri siapa yang berhak memimpin negara,” kata Santhara.

    Kecaman terhadap Anwar juga datang dari Parti Pesaka Bumiputra Bersatu (PBB) Sayap perempuan mengutuk langkah Anwar Ibrahim untuk menyatakan bahwa dia memiliki jumlah untuk membentuk pemerintahan baru.

    Ketua PBB Datuk Seri Fatimah Abdullah mengatakan klaim Anwar telah menimbulkan kecemasan bagi masyarakat serta bisnis yang masih bergulat untuk pulih dari dampak pandemi covid-19.

    "Kami ingin melihat stabilitas politik, persatuan nasional, dan pemulihan ekonomi, dengan negara yang memiliki pasar keuangan yang sehat,” ujar Fatimah.

    "Ini harus menjadi fokus dan prioritas partai politik dan politisi saat ini," katanya.

    Baca: Muhyiddin: Saya Tetap Perdana Menteri Malaysia.

    Fatimah mengatakan politisi seperti Anwar harus mengekang ambisi untuk berkuasa dan memberi negara istirahat dari "politik destruktif dan memecah belah. Sehingga rakyat dapat bangkit kembali dari pandemi.

    Dia mengatakan Anwar harus memiliki kepentingan terbaik bagi bangsa dan rakyat di hati. "Dia tidak boleh terlalu terobsesi dengan menjadi perdana menteri dan dengan melakukan itu, menyebabkan kerusakan dan kesulitan mata pencaharian masyarakat dengan permainan politiknya yang tak ada habisnya," pungkasnya.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id