PM Malaysia Amankan Komitmen Menteri UMNO Untuk Tetap di Kabinet

    Fajar Nugraha - 31 Maret 2021 15:11 WIB
    PM Malaysia Amankan Komitmen Menteri UMNO Untuk Tetap di Kabinet
    Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berjuang selamatkan pemerintahannya. Foto: AFP



    Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan kesepahaman telah dicapai untuk semua menteri yang merupakan anggota partai dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). UMNO memastikan menteri mereka untuk terus bertugas di kabinet Muhyiddin.

    Pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu 31 Maret itu muncul setelah presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pada Minggu bahwa partai tersebut dapat menarik dukungannya kepada pemerintah koalisi Perikatan Nasional (PN) "kapan saja”. Zahid menegaskan para menteri dan wakil menteri UMNO tidak akan ragu untuk mengundurkan diri.






    “Saya sudah menasehati mereka untuk tetap di Kabinet. Ini memperhitungkan kepentingan negara dan rakyat,” ucap PM Muhyiddin, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 31 Maret 2021.

    “Saat ini, prioritas pemerintah adalah memerangi covid-19, melaksanakan program imunisasi nasional dan memulihkan perekonomian nasional,” kata Muhyiddin.

    Muhyiddin menambahkan bahwa beberapa menteri UMNO memegang portofolio penting terkait dengan prioritas pemerintah pada tahap ini. Dia tidak ingin pengunduran diri mereka mempengaruhi rencana pemerintah.

    “Insya Allah atas saran saya sudah tercapai kesepahaman bahwa seluruh menteri UMNO akan tetap berada di Kabinet,” tegas Muhyiddin.

    “Dengan kesepakatan ini, saya menjamin Kabinet akan berfungsi seperti biasa dan semua inisiatif pemerintah akan terus berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

    UMNO, partai politik terbesar di Malaysia, kalah dari kekuasaan federal pada pemilu 2018. Setelah runtuhnya pemerintahan koalisi Pakatan Harapan, ia menawarkan dukungan anggota parlemennya untuk koalisi Muhyiddin dan kembali ke politik nasional.

    Namun, hubungan antara UMNO dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia pimpinan Muhyiddin telah putus. UMNO semakin tidak sabar dengan status birokrasi kedua saat ini di pemerintahan, dan dua anggota parlemen UMNO secara terbuka menarik dukungan mereka kepada pemerintahan Perikatan Nasional.

    Partai itu juga mengatakan akan bekerja sama dengan PN sampai pemilihan umum berikutnya.

    Ahmad Zahid, yang menggantikan Muhyiddin sebagai wakil perdana menteri Malaysia pada 2015 ketika yang terakhir dikeluarkan dari UMNO mengatakan dalam sidang umum bahwa UMNO telah memutuskan untuk menghadapi pemilu mendatang sendiri tanpa koalisi.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id