comscore

KASAD Australia Sebut Latihan Garuda Shield Bukti Kepemimpinan Indonesia di Kawasan

Fajar Nugraha - 04 Agustus 2022 22:27 WIB
KASAD Australia Sebut Latihan Garuda Shield Bukti Kepemimpinan Indonesia di Kawasan
Kepala Staf Angkatan Darat Australia Letnan Jenderal Simon Stuart. Foto: Medcom.id
Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Australia Letnan Jenderal Simon Stuart berbicara mengenai latihan Super Garuda Shield yang diikuti pasukannya untuk kali pertama. Latihan ini menurut Letjen Stuart sebagai bukti kepemimpinan Indonesia di kawasan.

“Kami sangat menghargai undangan yang diberikan. Saya pikir undangan ini menjadi perubahan dari latihan yang dahulunya bersifat lebih bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia menjadi forum kerja sama regional multilateral,” ucap Letjen Stuart dalam wawancara terbatas di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.
 
Baca: Kali Pertama, Australia Ikut Latihan Super Garuda Shield 2022.

“Hal ini tentu menjadi tanda kepemimpinan Indonesia di kawasan sebagai stakeholder kunci di ASEAN. Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Indonesia serta visi yang diperlihatkan Indonesia dan AS untuk mencari cara memperdalam dan memperluas kerja sama dari seluruh rekan di kawasan. Ini terutama untuk mencapai tujuan bersama. Tentunya sebuah kawasan Indo-pasifik yang bebas-terbuka,” imbuh sosok yang baru saja memegang jabatan KASAD Australia pada 2 Juli 2022 lalu.
“Ini adalah kunjungan keluar negeri pertama sejak ditunjuk sebagai Kepala Staf Angkatan Darat Australia. Saya harap ini jelas sekali menandakan prioritas utama yang ditempatkan antara Angkatan Darat Australia dengan TNI,” tegasnya.

Tak dipungkiri menurut Stuart, hubungan ini memiliki sejarah panjang. Dirinya pun sangat menantikan memainkan peran untuk memperkuat hubungan tersebut dan menjadi bagian memimpin bab berikutnya dalam hubungan antara kedua militer.

Letjen Stuart yang menghadiri pembukaan Latihan Garuda Shield pada 3 Agustus 2022, memiliki kesempatan untuk duduk dan berbicara prajurit Australia dan juga dari Indonesia. Para prajurit sebut Stuart, duduk berdampingan, melakukan komunikasi bahkan dengan tanpa menggunakan bahasa yang sama tetapi mereka bekerja sama.

Bersama dengan rekan dari AS, Jepang dan Singapura. Stuart melihat ini adalah masa depan dari hubungan semuanya.  Dirinya melihat masa depan ini berada di tangan yang tepat, karena kualitas prajurit dan perwira muda di lapangan di Sumatra Selatan hari ini.

Para prajurit bekerja sama untuk menjadi lebih baik dalam melakukan tugasnya dan lebih penting lagi, agar lebih baik bekerja sama.

“Sederhananya, Australia sangat bersyukur dengan undangan dari Indonesia dan AS. Pada dasarnya Garuda Shield pada awalnya lebih bersifat pada latihan bilateral dan Australia selalui ikut serta berkontribusi sebagai observer atau pengamat,” ucapnya.

“Kami memiliki lebih dari 20 aktivitas bilateral antara Australia dan Indonesia. Saya kira hal itu sudah menunjukkan dalamnya serta sejarah panjang dari Australia dan Indonesia,” tuturnya.

Tetapi visi yang diperlihatkan untuk mengembangkan latihan Garuda Shield termasuk untuk memberikan forum yang sangat praktis bagi kerja sama multilteral di kawasan, sudah barang tentu sangat disambut. Ini adalah bentuk praktis bagi anggota militer untuk bekerjasama.

Stuart juga percaya bahwa pola atau contoh yang sudah diperlihatkan latihan Garuda Shield. Ini  adalah salah satu yang Indonesia dan partner lain di kawasan ingin mengemulasi. Agar ini bisa menjadi  cara kami beroperasi secara rutin. Ini inklusif untuk mengadakan kerja sama dengan pihak yang memiliki tujuan sama, yaitu Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas.

Tentunya Letjen Stuart memiliki harapan tinggi dalam latihan. Para prajurit diharapkan bisa belajar dan meningkat skill dan kemampuan. Tetapi yang paling penting adalah memanfaatkan kapasitas. Itu hanya bisa terjadi dengan melakukan operasi bersama dengan rekan, terutama rekan di kawasan.

“Saya kira masih banyak yang bisa dilakukan dan memiliki banyak waktu untuk melakukan semuanya dan tentunya menjadi pengelola baik dari  sumber daya yang  telah diberikan oleh pemerintah. Tentunya juga untuk meningkatkan banyak kapasitas. Semuanya masuk akal, karena ini menjadi cara yang praktis bekerja sama satu dengan lainnya,” tuturnya.

Ini tentunya menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas yang dibutuhkan dan belajar dengan cepat, cara baru dan yang lebih baik untuk menjalankan operasi militer, termasuk bantuan kemanusiaan atau operasi militer lainnya.

Lebih lanjut Letnan Jenderal Stuart mengatakan, latihan Garuda Shield ini merupakan cara yang cepat untuk belajar, karena kami semua membawa pengalaman, perspektif dan kadang Anda belajar dari rekan yang lain untuk melakukan pendekatan lain dalam menghadapi suatu tantangan.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id