Isu Palestina, Uni Eropa Tak Ingin Solusi Dua Negara Hanya Jadi Seruan Kosong

    Willy Haryono - 02 Juni 2021 12:47 WIB
    Isu Palestina, Uni Eropa Tak Ingin Solusi Dua Negara Hanya Jadi Seruan Kosong
    Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell (kiri), dalam konferensi pers bersama Menlu Retno Marsudi di gedung Kemenlu RI, Jakarta pada Rabu, 2 Juni 2021. (Kemenlu RI)



    Jakarta: Konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel menjadi salah satu topik yang dibicarakan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Josep Borrell, di Jakarta pada Rabu, 2 Mei 2021.

    Menlu Retno menekankan mengenai pentingnya mencegah lingkaran kekerasan dan penyelesaian isu utama, yakni mengakhiri penjajahan Israel atas Palestina berdasarkan Solusi Dua Negara (Two-State Solution) dan parameter-parameter yang telah disepakati di level internasional.

     



    "Mengenai Palestina, saya sepakat dengan Anda. Solusinya adalah Two-State Solution, tapi kita juga tidak bisa hanya mengulang istilah itu, seolah hanya seruan kosong," kata Borrell dalam konferensi pers gabungan bersama Menlu Retno di gedung Kemenlu RI.

    "Kita harus bisa melakukan sesuatu. Kita harus lebih aktif dalam mendorong agar solusi tersebut terwujud, agar tidak hanya menjadi kata-kata kosong," sambungnya.

    Menurut Borrell, gencatan senjata antara pasukan Israel dan kelompok Hamas pada 21 Mei lalu adalah momentum yang baik untuk mendorong kemajuan menuju Solusi Dua Negara.

    Pernyataan senada telah disampaikan Amerika Serikat dan juga Mesir, negara yang memediasi gencatan senjata Gaza. AS dan Mesir menilai momentum berharga ini harus dapat dimanfaatkan dalam melakukan rekonstruksi Gaza dan juga menghidupkan kembali dialog damai antara Palestina dan Israel.

    "Kita harus mencoba mendorong proses baru dalam perdamaian di Timur Tengah," ucapnya.

    Selasa kemarin, Indonesia dan AS sepakat bahwa perjanjian gencatan senjata Gaza harus dapat dimanfaatkan dan didorong menuju level selanjutnya. Pernyataan disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dan Wamenlu AS Wendy Sherman.

    "Kami menyampaikan kepada Amerika Serikat bahwa Indonesia menyambut baik gencatan senjata yang tengah berlangsung, dan kami berdua merasa momentum ini harus dimanfaatkan untuk semakin meredakan ketegangan," ucap Sherman.

    Baca:  Indonesia-AS Sepakat Momentum Gencatan Senjata Gaza Harus Dimanfaatkan

    Komitmen AS terkait gencatan senjata Gaza diperkuat kunjungan Menteri Luar Negeri Antony Blinken ke Timur Tengah. Blinken menegaskan bahwa fokus AS adalah memperkuat gencatan senjata agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan dengan baik dan proses rekonstruksi Gaza dapat dimulai.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id