Aung San Suu Kyi Divaksinasi Covid-19 Selama dalam Tahanan Militer

    Fajar Nugraha - 07 Juli 2021 05:16 WIB
    Aung San Suu Kyi Divaksinasi Covid-19 Selama dalam Tahanan Militer
    Aung San Suu Kyi sudah disuntik vaksin covid-19 secara penuh. Foto: AFP



    Naypyidaw: Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi dan staf pribadinya telah divaksinasi penuh terhadap covid-19 sejak ditahan oleh militer. Hal ini dipastikan pengacaranya pada Selasa 6 Juli 2021, saat negara itu menghadapi lonjakan kasus.

    Aung San Suu Kyi sama sekali tidak terlihat sejak ditahan oleh militer yang melakukan kudeta pada Februari, dengan beberapa penampilan pengadilan di pengadilan khusus di Naypyidaw satu-satunya hubungannya dengan dunia luar.

     



    Baca: Aung San Suu Kyi Ingatkan Warga Myanmar Pakai Masker.

    Infeksi virus korona meningkat tajam di Myanmar, dengan pihak berwenang melaporkan hampir tiga ribu kasus pada Senin. Angka ini naik dari sekitar 100 per hari pada awal Juni.

    Negara miskin berpenduduk 54 juta itu bergegas untuk mendapatkan lebih banyak vaksin setelah menerima 1,5 juta dosis dari India dan 500.000 dari Tiongkok awal tahun ini.

    "Semua orang di rumah Amay (panggilan kehormatan Aung San Suu Kyi), termasuk Amay telah divaksinasi," kata pengacaranya Min Min Soe kepada wartawan pada Selasa, seperti dikutip AFP, Rabu 7 Juli 2021.

    Dia tidak memberikan rincian kapan Aung San Suu Kyi -,yang diyakini telah menerima dosis pertama sebelum pemerintahannya digulingkan,- telah menerima suntikan, atau vaksin apa yang diberikan kepadanya.

    Sekitar 10 orang diperkirakan tinggal bersama peraih Nobel, 76, di rumah tempat dia ditahan, termasuk penjaga pribadi dan juru masak.

    “Aung San Suu Kyi benar-benar mengkhawatirkan covid-19,” di Myanmar, tambah Min Min Soe.

    "Dia meminta orang untuk divaksinasi jika memungkinkan. Dia meminta kami untuk saling menjaga dan mengikuti batasan dan pemberitahuan,” ujar Min.

    Tanggapan Myanmar terhadap virus telah terhambat oleh protes sipil massal yang telah membuat ribuan dokter, sukarelawan, dan pegawai negeri berhenti bekerja untuk memprotes militer.

    Pada Selasa tim hukum Aung San Suu Kyi memeriksa silang saksi penuntut dalam kasus di mana dia dituduh menghasut bersama dengan mantan Presiden Win Myint dan pemimpin senior dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Myo Aung.

    Pengadilan juga mendengar kesaksian atas tuduhan terpisah bahwa Aung San Suu Kyi melanggar pembatasan covid-19 selama pemilihan tahun lalu di mana NLD yang dipimpinnya, mendapatkan kemenangan besar.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id