Bebas dari Eksekusi, Kemenlu Serahkan Etty binti Toyib ke Keluarga

    Marcheilla Ariesta - 30 Juli 2020 13:25 WIB
    Bebas dari Eksekusi, Kemenlu Serahkan Etty binti Toyib ke Keluarga
    Menlu Retno Marsudi menyerahkan Etty binti Toyib (kiri) kepada keluarga. Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id
    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan serah terima Etty binti Toyib kepada keluarga. Etty merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang terbebas dari jerat hukuman mati di Arab Saudi.

    Baca: TKI Terbebas Hukuman Mati Tiba di Tanah Air.

    "Ibu Etty dan keluarga, proses pembebasan Ibu Etty bukanlah upaya yang mudah. Ini memerlukan proses panjang. Dan kita patut bersyukur dalam pembebasan ini, banyak pihak yang membantu kita," tutur Retno saat menyerahkan Etty kepada keluarga di Kementerian Luar Negeri, Kamis, 30 Juli 2020.

    Retno mengatakan, pembebasan Etty melalui banyak proses. Dan pembebasannya dari hukuman mati merupakan bukti bahwa negara berusaha untuk hadir melindungi WNI di luar negeri.

    "Saya akan pastikan mesin diplomasi kita bekerja untuk melakukan amanat ini," tuturnya.

    Retno menambahkan, Kementerian Luar Negeri tidak bisa bekerja sendiri. Karenanya, dia mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) atas bantuan untuk pembebasan Etty.

    "Saya harap kita bisa kembali bekerja sama ke depan lebih baik lagi," imbuhnya.

    Baca: Proses Panjang Lolosnya TKI dari Hukuman Mati di Arab Saudi.

    Dalam kesempatan yang sama, anak Etty, Rosidin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang sudah membantu ibunya selama di Arab Saudi.

    "Terima kasih atas semua bantuan, perhatian dan usaha sehingga ibu saya bisa sampai di Indonesia kembali," tuturnya.

    Rosidin juga mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) yang telah memfasilitasi dia dan keluarganya bertemu dengan Etty di Arab Saudi tiga kali selama proses hukum.

    Etty merupakan pekerja migran Indonesia asal Majalengka, Jawa Barat. Etty didakwa menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal Al-Ghamdi.
     
    Dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati qisas dan pengadilan memutuskan hukuman mati/qisas pada 2001 silam.

    Retno mengingatkan kepada seluruh WNI di luar negeri untuk menghormati hukum di negara lain, termasuk di Arab Saudi. Dia berharap kejadian Etty tidak lagi terjadi di kemudian hari.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id