comscore

Presiden COP26 Kunjungi Indonesia Pekan Ini untuk Menindaklanjuti Komitmen RI

Willy Haryono - 14 Februari 2022 21:04 WIB
Presiden COP26 Kunjungi Indonesia Pekan Ini untuk Menindaklanjuti Komitmen RI
Presiden COP26 Alok Sharma menyampaikan pidato pembukaan KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia, 31 Oktober 2021. (DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP)
Jakarta: Presiden COP26 Alok Sharma berencana mengunjungi Indonesia pekan ini pada 16-17 Februari mendatang untuk menindaklanjuti berbagai komitmen yang telah disepakati di konferensi perubahan iklim Glasgow pada November 2021.

Alok Sharma dijadwalkan bertemu sejumlah menteri kabinet Presiden Joko Widodo. Nantinya, ia juga akan menggelar konferensi pers dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif pada Kamis mendatang.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Medcom.id dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Senin, 14 Februari 2022, Alok Sharma baru-baru ini memperingatkan bahwa Pakta Iklim Glasgow yang bersejarah untuk mengatasi perubahan iklim, yang ditandatangani oleh hampir 200 negara termasuk Indonesia, hanya akan menjadi sebuah “kata-kata di atas kertas” sampai ada tindakan yang diambil terhadap komitmen yang dibuat di Glasgow.

Indonesia sangat penting untuk aksi iklim mengingat ukuran negara ini; statusnya sebagai Presiden G20 tahun ini memberikan peran penting dalam membangun komitmen-komitmen yang telah dibuat; dan sumber dayanya. Indonesia memiliki tingkat hutan yang tinggi termasuk hutan tropis terbesar ketiga di dunia, dan hutan sangatlah penting bagi jutaan mata pencaharian serta untuk menyerap emisi gas rumah kaca.

Indonesia juga memiliki tingkat bahan bakar fosil yang tinggi, terutama batubara. Secara global, penggunaan batubara perlu dihentikan secara bertahap dengan cepat untuk mencegah pemanasan global yang terburuk.

Di Glasgow, semua negara penandatangan menegaskan kembali tujuan Perjanjian Paris untuk mengejar upaya membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celsius, untuk mencoba menghindari dampak terburuk dari pemanasan global; dan untuk meninjau kembali serta memperkuat target 2030 dalam kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) sebagaimana diperlukan untuk menyelaraskan dengan tujuan ini sebelum COP27. Semua negara berjanji akan mengambil tindakan untuk menghentikan secara bertahap pembangkit listrik batu bara dan menghapus secara bertahap subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien.

Perubahan iklim tetap menjadi prioritas utama bagi Inggris, yang mempertahankan Kepresidenan COP hingga COP27 di Mesir pada bulan November. Presiden COP26 Alok Sharma mengatakan dia memandang hal ini sebagai tugasnya, yaitu memastikan tindak lanjut untuk mengatasi ancaman perubahan iklim yang kita semua hadapi - dan berfokus sepenuhnya "pada pencapaian".
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id