SUAKA Minta Pemerintah Indonesia Lanjutkan Vaksinasi Pengungsi

    Willy Haryono - 24 Juli 2021 08:48 WIB
    SUAKA Minta Pemerintah Indonesia Lanjutkan Vaksinasi Pengungsi
    Ilustrasi vaksin. (AFP)



    Ketua Perkumpulan SUAKA, Rizka Argadianti Rachmah, menanggapi rekomendasi dari Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) pada 15 Juli 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi terhadap Pengungsi dari Luar Negeri. SUAKA menilai program vaksinasi Covid-19 untuk pengungsi di Indonesia harus dilanjutkan.

    Menurut SUAKA, pengungsi luar negeri bukanlah warga negara asing yang memiliki hak istimewa di negara asalnya. Mereka meninggalkan negaranya untuk mencari keselamatan jiwa dari berbagai alasan ancaman di negara asal.

     



    Pengungsi luar negeri mencari perlindungan jiwa dari masyarakat internasional, termasuk Indonesia. Kondisi mereka dianggap berbeda dan rentan.

    "Mengecualikan pengungsi luar negeri dari kebijakan vaksinasi gratis, terlebih di tengah-tengah proses imunisasi dari dosis pertama ke dosis kedua, dapat membahayakan jiwa para pengungsi yang dapat berdampak pada komunitas warga negara Indonesia yang tinggal berdampingan dengan para pengungsi," ujar Rizka, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu, 24 Juli 2021.

    "SUAKA mendukung upaya pemerintah Indonesia yang mempercepat proses vaksinasi nasional dalam rangka menciptakan herd immunity. Oleh karena itu, SUAKA meminta agar pemerintah juga mempertimbangkan untuk tetap melanjutkan proses vaksinasi pada pengungsi luar negeri, mengingat kedaruratan dari pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini," sambungnya.

    "Mengecualikan pengungsi luar negeri, terutama yang sedang dalam proses menuju vaksinasi dosis kedua, atau menggantinya dengan jenis vaksin lain, kemungkinan dapat menimbulkan ancaman jiwa. Oleh karena itu, SUAKA meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali rekomendasi Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) pada 15 Juli 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi terhadap Pengungsi dari Luar Negeri," pungkas Rizka.

    Baca:  Cegah Covid-19, WNA di Jaksel Inginkan Kemudahan Akses Vaksinasi

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id