Banyak ABK WNI Tak Melapor di Luar Negeri

    Marcheilla Ariesta - 03 Juni 2020 16:40 WIB
    Banyak ABK WNI Tak Melapor di Luar Negeri
    Ilustrasi kapal laut. (Foto: Medcom.id)
    Jakarta: Kementerian Luar Negeri mengakui banyak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) tak lapor diri. Mayoritas ABK yang tak melapor adalah mereka yang bekerja di kapal penangkap ikan.

    Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu, Judha Nugraha, menuturkan ada sekitar 2,9 juta WNI yang tinggal di luar negeri. Sebanyak 9.404 di antaranya merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai ABK.

    "Data yang kami sampaikan ini adalah data warga negara kita yang aktif melakukan lapor diri di perwakilan RI," tutur Judha dalam konferensi pers virtual, Rabu 3 Juni 2020.

    Dia menambahkan, ABK ini kebanyakan bekerja di kawasan Asia Timur dan Tenggara. Judha menjelaskan, ada dua sektor di mana ABK Indonesia bekerja, yakni niaga dan perikanan.

    Menurut Judha, tantangan terbesar yang dimiliki pemerintah Indonesia adalah ABK yang bekerja di kapal ikan tidak melalui prosedur alias ilegal. Inilah yang menyebabkan mereka kurang mendapat pemahaman bagaimana mekanisme bekerja di luar negeri secara tepat.

    Hal tersebut membuat para ABK di kapal ikan rentan mendapatkan diskriminasi saat bekerja. "Banyak yang tidak melakukan proses lapor diri di perwakilan, dan ini menjadi tantangan bagi kita semua," imbuhnya.

    Nasib ABK WNI menjadi sorotan usai munculnya video dugaan pelarungan di sebuah kapal penangkap ikan Tiongkok. 

    Kasus pelarungan muncul ke permukaan lewat laporan dari media Korea Selatan, MBC News. Media tersebut melaporkan bahwa para ABK WNI minum air laut yang disuling setelah 18 jam kerja keras sehari.
     
    Dalam laporan stasiun televisi Korsel tersebut, beberapa dari ABK sakit dan meninggal. Jasadnya kemudian dibuang di lautan.
     
    Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada kapal Long Xing 629 dan Long Xing 604, terjadi kematian tiga awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.
     
    Kamis 8 Mei kemarin, 14 ABK WNI yang bekerja di kapal RRT telah kembali ke Tanah Air.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id