Perlindungan WNI di Tengah Pandemi Jadi Penilaian Khusus HWPA

    Marcheilla Ariesta - 24 Juli 2020 13:08 WIB
    Perlindungan WNI di Tengah Pandemi Jadi Penilaian Khusus HWPA
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI akan menggelar kembali Hassan Wirajuda Perlindungan Award (HWPA) ke-6 tahun ini. HWPA tahun ini dirasa khusus karena dilakukan di tengah pandemi virus korona (covid-19).

    Tahun 2020 dinilai sebagai tahun perlindungan dari pandemi. Menurut salah satu dewan juri HWPA, Rafendi Djamin, inilah yang membuat HWPA tahun ini terasa khusus.

    "Pandemi memaksa semua perwakilan di luar negeri, yang mungkin pekerjaan sehari-harinya bukan untuk perlindungan, tapi mau tidak mau harus melakukan perlindungan," kata Rafendi yang merupakan pegiat hak asasi manusia internasional, dalam jumpa pers virtual, Jumat, 24 Juli 2020.

    Menurutnya, hal tersebut menjadi sulit untuk dinilai. Pasalnya, semua perwakilan RI di luar negeri, bahkan institusi dan organisasi masyarakat madani bahu-membahu membantu melindungi WNI di luar negeri yang terkena dampak pandemi.

    "Banyaknya upaya yang dilakukan untuk melindungi WNI oleh perwakilan di luar negeri membuat kami, pihak juri, menjadi sulit," imbuhnya.

    Krisis kesehatan yang kemudian menjadi bencana global ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Karenanya, kata Rafendi, dewan juri HWPA tahun ini harus bekerja ekstra keras untuk menentukan mereka yang terbaik di antara yang terbaik dalam melindungi WNI di luar negeri.

    Salah satu yang menjadi perhatian para dewan juri adalah pembagian bantuan langsung yang diberikan kepada WNI terkena dampak, dan juga banyaknya anak buah kapal (ABK) yang harus kembali ke Tanah Air karena pandemi.

    "Itu yang menjadi kekhususan dari HWPA tahun ini," pungkasnya.

    Pendaftaran HWPA untuk berbagai kategori akan berakhir pada Juli hingga akhir Agustus 2020. Sementara itu, rencananya di pekan ke-4 November, malam puncak penghargaan akan digelar secara virtual dan langsung.

    Ada delapan kategori yang akan diberikan penghargaan, yakni  kepala perwakilan, mitra kerja, instansi daerah, jurnalis dan media, staf perwakilan, mitra kerja perwakilan, masyarakat madani, dan pelayanan publik di perwakilan.

    Sementara itu, dewan jurinya akan terdiri dari berbagai pihak, seperti Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andi Rachmianto, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Judha Nugraha , Duta Besar Andri Hadi, eks Konsul Jenderal RI Jeddah Periode 2013-2016 Dharmakirty Syailendra, Deputi Bidang Penempatan, Badan Perlindungan Pekerja Migran teguh Hendro Cahyono, Badan Perlindungan Pekerja Migran Siti Ruhaini Dzhuhayatin, Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana, Pegiat HAM internasional Rafendi Djamin, Pemred Suara.com Suwarjono, Pegiat HAM perempuan Yuniati Chuzaifah.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id