Singapura: Fase Tiga Bukan Deklarasi Kemenangan atas Covid-19

    Fajar Nugraha - 21 Oktober 2020 16:12 WIB
    Singapura: Fase Tiga Bukan Deklarasi Kemenangan atas Covid-19
    Singapura buka peluang terapkan fase tiga usai pandemi covid-19. Foto: AFP
    Singapura: Singapura kemungkinan akan memasuki fase tiga dari pembukaan kembali pada akhir tahun ini. Namun menurut Singapura ini bukanlah kemenangan melawan covid-19.

    Baca: Akhir Tahun, Singapura Siap Masuki Fase Tiga Pembukaan Pasca Covid-19.

    Penerapan fase tiga dari pembukaan kembali diperkirakan pada akhir tahun ini. Namun dengan catatan kasus virus korona (covid-19) di masyarakat tetap rendah.

    Pemerintah Singapura menegaskan, pihaknya saat ini mengintensifkan pengujian dan pelacakan kontak antar pasien positif covid-19.

    Menteri Kesehatan Gan Kim Yong menekankan bahwa perjuangan masih jauh dari selesai, dengan negara-negara di seluruh dunia mengalami lonjakan dalam jumlah kasus virus.

    “Harapan adanya vaksin ada, kandidatnya menjanjikan, tapi perjalanan pendistribusian vaksin yang aman dan efektif kepada milyaran orang di seluruh dunia akan memakan waktu lama,” tutur Menkes Gan, seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu, 21 Oktober 2020.

    "Kami perlu mempersiapkan diri untuk pertarungan yang panjang. Ini bukanlah sesuatu yang dapat kami atasi dalam satu atau dua bulan. Kami benar-benar harus bersiap untuk jangka panjang dan untuk melanjutkan pendekatan kami yang waspada dan disiplin agar dapat membuka kembali secara progresif dan melanjutkan aktivitas dengan aman,” tegasnya.

    Bahkan menurut Gan, ketika Singapura memasuki fase tiga, setiap warga harus terus menjaga kewaspadaan.

    "Tahap tiga bukanlah deklarasi kemenangan, dan kita semua harus berkeliling merayakan dan melupakan langkah-langkahnya. Ini adalah tonggak sejarah, yang kami katakan sekarang kami telah menempatkan langkah-langkah dan pengamanan yang wajar, dan kami harus terus mempertahankan pengamanan ini,” jelasnya.

    Sebagai bagian dari fase tiga, jumlah pertemuan di luar rumah dapat ditingkatkan dari lima menjadi delapan orang. Demikian pula, delapan pengunjung dapat diizinkan mengunjungi rumah, memungkinkan keluarga yang lebih besar untuk berkumpul.

    Selain itu, batas kapasitas di tempat-tempat seperti museum, tempat ibadah, dan resepsi pernikahan dapat ditingkatkan. Beberapa zona bahkan diperbolehkan menampung 50 orang.

    Mengapa ukuran grup akan dibatasi menjadi delapan dalam fase tiga Gan menjawab bahwa jarak yang aman menjadi perhatian. Menurut Gan, satgas awalnya mempertimbangkan untuk meningkatkan batas menjadi 10, bukan delapan.

    Namun di tempat umum, seperti restoran dan bioskop, tindakan menjaga jarak yang aman tetap harus diterapkan. Memiliki kelompok yang terdiri dari 10 orang akan mempersulit pelanggan untuk menjaga jarak tertentu dari satu sama lain.

    “Kami berpikir bahwa perpindahan dari lima menjadi delapan mungkin merupakan peningkatan yang masuk akal. Pemerintah akan melihat bagaimana dapat menyesuaikannya lebih jauh seiring berjalannya waktu,” pungkas Menkes Gan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id