comscore

Marak Kasus PMI Ilegal di Turki, Modus Jadi Pekerja ke Negara Uni Eropa

Marcheilla Ariesta - 28 April 2022 17:02 WIB
Marak Kasus PMI Ilegal di Turki, Modus Jadi Pekerja ke Negara Uni Eropa
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha. Foto: Dok.Kemenlu RI
Jakarta: Kementerian Luar Negeri melihat adanya peningkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di Turki. Modusnya, para PMI bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) bagi majikan Timur Tengah di Uni Eropa.

"Menurut data KBRI Ankara dan KJRI Istanbul, pada 2022 ada 85 kasus yang ditangani kedua perwakilan," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha dalam jumpa pers virtual, Kamis, 28 April 2022.
Judha menuturkan, dari 85 kasus, 69 sudah berhasil dipulangkan. Sementara sisanya masih berjalan kasusnya.

"Modusnya, PMI bekerja sebagai ART dengan majikan warga negara Timur Tengah, lalu dieksploitasi, jam kerja berlebihan, gaji tidak dibayar dan lain sebagainya," tambah Judha.

Para PMI ini dijanjikan bekerja di Uni Eropa dengan Turki sebagai negara transit. Namun, mereka terlantar di Turki dan jadi kerja serabutan karena mereka tidak mengurus visa masuk Uni Eropa.

"Sementara, mengurus visa Uni Eropa di Turki tidak bisa. Untuk pengurusan visa Uni Eropa di negara transit harus menjadi resident dan harus punya visa masuk negara Uni Eropa dari negara asal," terang Judha.

Para PMI dijanjikan kerja di sektor pariwisata dengan gaji tinggi. Namun, nyatanya mereka bekerja di pabrik.

Kemenlu bersama KBRI Ankara dan KJRI Istanbul berkoordinasi dengan instansi terkait dari pengaduan yang kami terima. "Kami juga berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk menindak pihak-pihak yang memberangkatkan secara ilegal," ucapnya.

Masyarakat diimbau agar berhati-hati terhadap tawaran bekerja di luar negeri, utamanya di media sosial. Judha menegaskan, jika berangkat kerja ke luar negeri, harus dipastikan visa kerjanya ke negara setempat.

WNI juga diwajibkan untuk lapor diri ke perwakilan Indonesia di negara ia bekerja.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id