comscore

Jaksa Malaysia Dinilai Tidak Serius dalam Pengadilan Adelina Sau

Marcheilla Ariesta - 25 Juni 2022 22:21 WIB
Jaksa Malaysia Dinilai Tidak Serius dalam Pengadilan Adelina Sau
Direktur PWNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha. (Kemenlu RI)
Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kekecewaannya atas putusan bebas majikan Adelina Sau, Ambika. Adelina, seorang pekerja migran Indonesia (PMI), meninggal pada 2018 akibat luka-luka penyiksaan yang dilakukan Ambika.

Mahkamah Agung Malaysia memutuskan membebaskan Ambika tanpa tuntutan bersalah.
"Kita menyampaikan kekecewaan kita terhadap hasil keputusan tersebut dan melukai rasa keadilan masyarakat Indonesia," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Judha Nugraha, Sabtu, 25 Juni 2022.

"Dan dalam konteks tersebut, kita melihat jaksa tidak cermat dan tidak serius," sambungnya.

Judha menerangkan, sejak awal KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Penang telah menunjuk pengacara untuk melakukan brief sesuai hukum yang berlaku di Malaysia. Karena, kata dia, yang berperkara melakukan penuntutan adalah jaksa penuntut umum.

"Namun, sebagai pihak yang concern dalam kasus ini, kita bisa menunjuk pengacara untuk memonitor dan memantau proses persidangan," ucapnya.

Karenanya, lanjut Judha, pihaknya sudah menunjuk untuk memonitor persidangan terswbut bersama dengan KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Penang sejak awal.

"Maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa jaksa tidak cermat dalam penyusunan pengajuan tuntutan," sambungnya.

Mahkamah Persekutuan Malaysia, yang setara dengan Mahkamah Agung di Indonesia pada Kamis lalu mengesahkan pembebasan majikan Adelina Sau, asisten rumah tangga (ART) asal Nusa Tenggara Timur yang meninggal dunia dengan banyak luka di tubuhnya pada Februari 2018.

Majelis hakim yang beranggotakan Vernon Ong Lam Kiat, Harmindar Singh Dhaliwal, dan Rhodzariah Bujang menolak permohonan jaksa penuntut umum untuk menggugurkan putusan Mahkamah Tinggi.

Dalam putusannya, Hakim Vernon, yang mengetuai majelis hakim, menuturkan Pengadilan Tinggi telah mengeluarkan putusan dengan benar dalam membebaskan majikan Adelina, Ambika MA Shan.

Hakim Vernon mengatakan, jaksa penuntut umum harus memberikan alasan mengapa mengajukan permohonan Discharge Not Amounting To Acquittal (DNAA). Menurutnya, DNAA hanya boleh diberikan jika ada alasan valid yang diberikan pihak jaksa.

"Malah berdasarkan catatan banding, tiada alasan diberikan pihak pendakwaan (di Pengadilan Tinggi)," kata Hakim Vernon dikutip dari kantor berita Bernama.

Dengan DNAA ini, berarti terdakwa dibebaskan dari dakwaan, namun dapat dituntut lagi di kemudian hari. Sebaliknya, putusan Mahkamah Persekutuan ini membuat Ambika bebas murni dan tidak bisa didakwa pidana atas kematian Adelina.

Baca:  Persidangan Adelina Sau Selesai, Mahkamah Malaysia Vonis Bebas Majikan

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id