Filipina Longgarkan Lockdown Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi

    Willy Haryono - 11 April 2021 17:38 WIB
    Filipina Longgarkan Lockdown Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi
    Warga mengantre untuk memasuki sebuah pasar di Manila, Filipina pada 28 Maret 2021. (Jam STA ROSA / AFP)



    Manila: Pemerintah Filipina melonggarkan berbagai pembatasan serta penguncian (lockdown) Covid-19 yang telah diberlakukan sejak dua pekan terakhir. Pelonggaran dilakukan di Manila dan empat provinsi dekat ibu kota, meski rata-rata infeksi serta jumlah pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit di Filipina masih relatif tinggi.

    Metro Manila dan provinsi Cavite, Laguna, Bulacan, dan Rizal akan memberlakukan pelonggaran pembatasan dari aturan lockdown ketat sebelumnya mulai Senin besok.






    "Wilayah-wilayah itu akan berada di bawah karantina wilayah yang dimodifikasi mulai Senin hingga akhir bulan ini," kata Harry Roque, juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Minggu, 11 April 2021.

    Roque mengatakan, pemerintah telah menambah lebih dari 3.000 ranjang rumah sakit bagi pasien Covid-19. Dalam konferensi persnya, dilansir dari laman The Straits Times, ia tidak menyinggung mengenai rata-rata infeksi Covid-19 yang masih relatif tinggi.

    Sejak awal 2021, Filipina berjuang memerangi wabah Covid-19 yang diperparah kemunculan beberapa varian baru.

    Hari Minggu ini, Kementerian Kesehatan Filipina mencatat lebih dari 11 ribu infeksi harian Covid-19. Sejak 9 April, kasus harian Covid-19 di Filipina selalu berada di kisaran 11 ribu.

    Dengan total 865 ribu infeksi dengan angka kematian mendekati 15 ribu, Filipina adalah negara terparah dilanda Covid-19 di Asia Tenggara setelah Indonesia.

    Baca:  Rumah Sakit di Manila Penuh, Pasien Covid-19 Antre Masuk UGD

    Analisis data dari Octa Research Group menunjukkan fakta bahwa lockdown selama dua pekan terakhir telah menurunkan rata-rata reproduksi Covid-19 dari 1.88 menjadi 1.23. Angka rata-rata yang dapat dianggap stabil adalah 1 atau di bawahnya.

    Menurunnya angka rata-rata mengindikasikan bahwa lockdown kemarin berlangsung cukup efektif. Octa meyakini lockdown lanjutan selama satu pekan dibutuhkan agar angka rata-rata kasus Covid-19 di Filipina benar-benar dapat turun di bawah 1.

    "Melonggarkan terlalu dini dapat memicu risiko signifikan, karena kasus Covid-19 dapat kembali melonjak," ujar Octa.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id