PM Thailand Serukan Tindakan yang Lebih Keras terhadap Pedemo

    Willy Haryono - 17 Oktober 2020 12:00 WIB
    PM Thailand Serukan Tindakan yang Lebih Keras terhadap Pedemo
    Polisi menembakkan meriam air bertekanan tinggi ke arah demonstran di Bangkok pada Jumat, 16 Oktober 2020. (Lillian Suwanrumpha/AFP/Getty)
    Bangkok: Pemerintah Thailand menyerukan jajaran kepolisian untuk mengintensifkan penanganan terhadap demonstran usai terjadinya bentrokan antara aparat dan aktivis demokrasi sepanjang Jumat malam. Aksi protes menuntut reformasi di Thailand ini telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

    Ribuan demonstran anti-pemerintah mengabaikan aturan berkumpul dan berunjuk rasa di persimpangan ramai di Bangkok pada Jumat kemarin. Aksi protes digelar usai Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menolak seruan mundur yang dialamatkan kepada dirinya.

    Para pengunjuk rasa melawan polisi yang menggunakan pentungan. Dalam satu waktu, aparat menggunakan meriam air bertekanan tinggi untuk membubarkan pedemo. Tujuh orang ditangkap dalam bentrokan tersebut.

    PM Prayuth menyerukan pemerintah untuk menegakkan aturan darurat. "Namun ia juga meminta seluruh jajarannya untuk menghindari aksi kekerasan," ucap Anucha Burapachaisri, juru bicara pemerintahan Thailand, dilansir dari laman The Straits Times pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Demonstran menyerukan perluasan demokrasi dan juga reformasi di tubuh monarki Thailand. Aksi protes ini mengakhiri tabu di Thailand mengenai mengkritik keluarga kerajaan secara terbuka.

    "Negara ini membutuhkan rakyat yang mencintai negerinya, rakyat yang mencintai institusi kerajaan," ujar Raja Maha Vajiralongkorn dalam sebuah tayangan di televisi pada Jumat malam.

    Pidato disampaikan sang raja yang didampingi Ratu Suthida Bajrasudhabimalakshana. Beberapa hari lalu, sang raja dan ratu sempat diteriaki demonstran saat melintasi jalanan Bangkok bersama iring-iringan keluarga kerajaan.

    Tuntutan utama pedemo anti-pemerintah di Thailand adalah menuliskan ulang konstitusi negara dan pengunduran diri pemerintahan PM Prayuth. Sejumlah aktivis mengatakan, konstitusi Thailand saat ini memperkuat posisi PM Prayuth dalam mempertahankan kekuasaan.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id